Kapolda Sulbar Luruskan Insiden Pada Acara Massosor Manurung

Gambar Kapolda Sulbar Luruskan Insiden Pada Acara Massosor Manurung

Mapos, Mamuju – Insiden kecil yang terjadi saat ritual Massorong Manurung berlangsung akhirnya menuai kesepakatan damai setelah Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar turun langsung membantu meluruskan persoalan yang ada.

Kapolda Sulbar dan Keluarga Kerajaan Mamuju diwakili Putra Mahkota H. Andi Bau Akram dan Andi Bachtiar pue Dolla, Andi Iswandi Pue Dolla serta H. Damris Tokoh Pitu Uluna Sallu, duduk bersama sekaligus bersilaturahim di Masjid Kemenag Kabupaten Mamuju.

Setelah persoalan dibicarakan secara baik-baik, akhirnya masing-masing pihak memohon maaf dan tidak ada niat untuk mengganngu acara Festival Maradika. Namun hanya karena masalah miskomunikasi di antara Panitia dan Keluarga Kerajaan.

Kapolda Sulbar melalui Kabid Humas AKBP Hj. Mashura menjelaskan persoalan ini hanya karena masalah miskomunikasi.

“Sudah diluruskan bersama. InsyaaAllah tidak akan ada lagi masalah,” jelasnya Mashura.

Sementara itu, respon cepat Kapolda sulbar dalam meluruskan insiden ini kembali menuai pujian dari berbagai pihak atas perhatian besarnya terhadap kesuksesan acara festival maradika.

“Lagi-lagi Kapolda Sulbar kembali menunjukkan perhatiannya atas kegiatan ini. Padahal jika dipikir kegiatan ini tidak ada hubungannya dengan kepolisian terlepas dari keamanan saja,” tuturnya.

Sempat Viral

Insiden itu sempat viral. Dan keributan tersebut terjadi sebelum proses Massossor Manurung dilaksanakan. Saat pemandu acara memanggil satu persatu tujuh orang pemangku adat atau Gala’gar pitu untuk dikukuhkan oleh Raja Mamuju. https://youtu.be/w54-NgSmfp0

Tiba-tiba dari belakang panggung beberapa orang yang menggunakan pakaian adat berteriak. Lalu berjalan ke depan panggung, sehingga membuat para tamu raja se nusantara kaget lalu berdiri.

Mereka ingin membuat keributan jika Thamrin Endeng tetap diangkat sebagai salah seorang Gala’gar Pitu.

(*)

Baca Juga