Kapolda Sulbar: Jangan Pelit Informasi

Gambar Kapolda Sulbar: Jangan Pelit Informasi

Mapos, Mamuju – Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar menyatakan, Polres Mamuju janganlah pelit informasi. Berikanlah informasi detail kepada teman-teman media.

“Janganlah pelit informasi. Berikan informasi kasus-kasus yang telah ditangani agar publik bisa mengetahui informasi terkini seputar kriminal yang telah ditangani,” kata Kapolda yang didampingi Kapolres Mamuju AKBP Mohammad Rivai Arvan, saat menjawab pertanyaan awak media pada kegiatan coffee morning di Polres Mamuju, Jalan KS. Tubun, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Jumat (23/8/2019).

Selain itu, Kapolda juga memaparkan beberapa kasus-kasus yang telah berhasil ditangani jajarannya mulai bulan Juni – Agustus 2019, diantaranya pengungkapan kasus aborsi, curanmor, laka lantas serta kebakaran hutan, termasuk juga mengamankan burung yang dilindungi.

“Untuk kasus laka lantas mengalami penurunan yang drastis,” ujarnya.

Sementara untuk kasus aborsi, Polda Sulbar telah menetapkan empat tersangka. Begitu pula dengan beberapa kasus curanmor, pelakunya telah diamankan.

“Kasus aborsi, empat pelakunya sudah kita amankan, termasuk pengungkapan kasus curanmor,” bebernya.

Untuk kasus kebakaran hutan yang terjadi di Majene dan Mamuju telah ditangani dengan baik. “Kita juga ingatkan kepada pemilik lahan agar jangan membakar rumput karena ini adalah musim kemarau, disamping ada ancaman hukuman yang berlaku bagi pembakar hutan,” pungkasnya.

Selanjutnya, jajarannya juga telah mengamankan burung Ngalo yang dilindungi oleh negara.

“Burung ini kita tangkap dari seseorang, setelah kita interogasi, pelakunya tidak mengetahui bahwa burung tersebut dilindungi,” tambah Kapolres Mamuju AKBP Mohammad Rivai Arvan.

Sementara untuk kasus oknum polisi, lanjut Arvan, kedua belah pihak telah sepakat melakukan perdamaian.

“Kasusnya masuk rana perdata, namun keduanya sepakat tempuh jalur damai dengan kesepakatan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” jelas Kapolres.

Untuk kasus oknum polisi ini terkait masalah kerjasama usaha yang berujung pada tidak didapatnya kesepakatan bersama hingga oknum ini melakukan pencoretan di dinding warung milik Hj. Fahima Taufan dengan menggunakan cat.

Sementara Kapolda Sulbar menegaskan, apapun perbuatan oknum tesebut telah melanggar kode etik.

“Apapun yang dilakukan oknum ini telah melanggar kode etik dan tentunya ada proses yang akan dialuinya,” tegasnya.

(usman)

Baca Juga