Kapolda Sulbar Ajak Perangi Hoax

  • 13 Nov 2018
  • Mamuju
  • Sudirman Al Bukhori
  • 40
Gambar Kapolda Sulbar Ajak Perangi Hoax

Mapos, Mamuju – Tahun Politik dan Kejadian alam yang menerpan sejumlah wilayah termasuk di Kabupaten Mamasa, Sulbar, tentu harus disikapi dengan bijak.

“Kita harus dewasa dalam menghadapi semua keadaan yang ada. Khususnya dalam mencerna segala informasi yang diterima,” tegas Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar.

Menurutnya, diera yang serba modern ini serta komunikasi yang serba canggih, informasi tentu bisa didapat dengan mudahnya.

“Hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan adalah harus mengolah terlebih dahulu setiap berita atau informasi yang datang untuk memastikan kebenarannya sebelum di share,” ucap Kapolda.

Kapolda mengatakan, menshare berita bohong dalam islam adalah perkara dosa besar yang digolongkan dengan kategori fitnah. Dimana dosa ini lebih kejam daripada membunuh.

Masih Kapolda, sedangkan untuk berita yang benar juga termasuk dosa dalam islam yaitu ‘ghiba”.

Arti ‘ghiba’ sendiri sama seperti kita memakan daging bangkai saudara kita sendiri, terus apa yang menjadi keuntungan kita bila menshera berita yang tidak bermanfaat?

Terkadang permasalahan itu, menjadi besar lantaran diteruskan ke yang lain atau dari mulut ke mulut tanpa menyaring kebenaran informasi yang diterima.

“Untuk itu. Saya selaku Kapolda Sulbar mengajak seluruh masyarakat untuk bijak dan bermedia sosial serta berperan serta untuk memerangi berita-berita Hoax,” ujarnya.

“Ayo perangi berita hoax demi Sulawesi Barat yang Malaqbi dan tetap kondusif,” sambung Kapolda.

Terkait era moderen ini, rata-rata yang berperang di dunia maya adalah para generasi milenia yang menjadi tunas muda harapan bangsa. Untuk itu peran generasi milenia dalam menjaga keamanan Negeri ini tetap kondusif sangatlah dibutuhkan dengan cara memerangi berita hoax.

Salah satu cara mewujudkan Pemilu 2019 yang aman dan damai serta tetap memberikan rasa tenang kepada masyarakat korban gempa adalah dengan tidak menshare berita-berita tidak jelas (Hoax).

“Jadi informasi yang diterima jangan langsung ditelang begitu saja, namun harus dicernah dahulu agar tidak menjadi bom waktu yang bisa memecah dan belah persatuan dan kesatuan di Sulawesi Barat,” kata Kapolda.

Kampanye dan perang terhadap berita Hoax memang harus digencarkan, saat ini Kepolisian di seluruh jajaran juga telah aktif berkampanye tentang berita-berita bohong agar tidak terjadi kesalapahaman antara sesama dan daerah bisa tetap aman dan makmur.

“Kami sarankan kepada seluruh masyarakat Sulbar, sebelum meshare atau menyebarkan berita dikroscek dulu, pahami isi, dibaca ulang secara keseluruhan kemudian dipahami dan disimpulkan apakah informasi ini dari sumber terpercaya ataukah hanya dari oknum yang ingin memecah belah bangsa,” pungkasnya.

Pesta demokrasi biarlah berjalan sebagai mana mestinya jangan hanya berbeda pilihan kemudian saling menghujat dan mengorbankan persaudaraan yang telah dibangun.

Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar

Terkait berita gempa di Mamasa yang menimpa saudara-saudara kita, jangan dibuat panik dengan menyebarkan berita-berita bohong.

“Yang haru kita lakukan untuk saudara-saudara kita di Mamasa adalah memberikan bantuan dan doa,” imbuhnya.

“Mari kita perangi Hoax bersama-sama, demi Sulbar yang Malaqbi,” kunci Kapolda.

(usman)