Kajati Sulbar Bersama IAD Berkunjung ke Obyek Wisata Unggulan Majene

  • 19 Okt 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 443
Gambar Kajati Sulbar Bersama IAD Berkunjung ke Obyek Wisata Unggulan Majene

Mapos, Majene — Usai melaksanakan bakti sosial di Kelurahan Lembang Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene, Kajati Sulbar Johny Manurung, SH beserta Ketua IAD Provinsi Sulbar Ny Maria Johny Manurung dan  rombongan kembali menyambangi obyek wisata unggulan di Kabupaten Majene, Senin (19/10/2020).

Kali ini yang dikunjungi adalah Makam Raja Raja Hadat Banggae yang berada di Bukit Ondongan Kelurahan Pangali Ali Kecamatan Banggae.

Kedatangannya ke obyek wisata itu tentu dipandu oleh Bidang Wisata dari Disbudpar Majene, Tammalele.

Tammalele menjelaskan secara detail tentang asal muasal adanya makam raja-raja di Bukit Ondongan Majene.

Ia menerangkan secara detail soal model nisan yang memang dibuat berdasarkan tahun makam itu dibuat.

Kajati Sulbar Johny Manurung dan Nyonya Maria Johny sangat antusias bertanya kepada pemandu wisata.

Ny Maria Johny Manurung takjub atas situs budaya yang ada dan masih sangat dirawat dengan baik.

“Dalam organisasi kami di IAD ada program yang sudah berjalan selama ini yaitu dalam program sosial budaya untuk mengunjungi situs budaya, sehingga ibu-ibu yang tergabung dalam IAD dapat belajar banyak tentang budaya yang ada di daerah kita,” sebut Maria Johny.

Selain situs budaya yang membuat ia takjub, juga keindahan pemandangan dari lokasi makam di Bukit Ondongan menjadikan istri orang nomor satu di Kejati ini terkesima dengan hamparan laut biru yang sangat menyejukkan mata.

Dia berharap agar situs budaya di Bukit Ondongan tetap dijaga dan dirawat serta dilestarikan.

“Supaya anak cucu kita kelak tetap dapat mengetahui sejarah budaya bangsa yang tercinta,” katanya.

Di tempat sama, Johny Manurung mengatakan, bahwa memang dirinya sangat senang mengunjungi situs budaya disetiap daerah yang sempat ia kunjungi.

“Karena dari berbagai situs budaya setiap daerah tentu akan ada perbedaan, dan kita lihat makam raja-raja di sisini sepertinya terbuat dari batu karang dan sudah sangat tua,” ucap Johny Manurung.

“Saya sangat menghormati makam yang ini karena punya kharisma tersendiri, apalagi sudah terbangun sejak abad ke 13. Luar biasa, apa lagi pemandangan dari atas sini juga sangat indah, jadi sambil belajar tentang cagar budaya juga kita dapat menikmati indahnya laut Teluk Mandar,” pungas Johny Manurung menambahkan.

(*)