Kadis Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Suspect Virus Korona di Majene

  • 6 Mar 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 634
Gambar Kadis Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Suspect Virus Korona di Majene

Mapos, Majene — Beredar kabar soal adanya salah seorang pegawai vertikal di Kabupaten Majene yang terindikasi suspect virus korona, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, dr Rakhmat Malik menegaskan bahwa yang bersangkutan negatif terjangkit virus mematikan itu.

“Kita sudah melakukan pemantauan kepada yang bersangkutan, dan hasilnya dia tidak terjangkit virus korona secara fisik. Hari ini adalah hari terakhir pemantauannya, dia sudah dibolehkan melepas masker, ” tegas Rakhmat Malik dalam rapat Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Jum’at (06/03/2020).

Dikatakan, masyarakat tidak perlu panik dengan adanya virus korona yang mematikan.

“Tapi kita perlu waspada dengan menerapkan pola hidup sehat,” katanya.

Dikatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Majene sudah melakukan antisipasi dengan jalan memasang sejumlah baliho dan pamflet mengenai virus korona usai pertemuan di Provinsi Sulbar pada Februari 2020 lalu.

Upaya lain yang dia lakukan menurut Rakhmat, yaitu melakukan pemeriksaan atas diri pendatang di Tol Laut antar pulau di Pelabuhan Passarang Kelurahan Totoli Kecamatan Banggae.

Lebih jauh dr Rakhmat menyebut, pihaknya juga telah melakukan pemantauan terhadap salah seorang mahasiswa Kabupaten Majene yang baru saja pulang studi dari China.

“Dia bersih. Kita juga sudah melakukan pemantauan apakah WNA atau WNI. Mereka sebelum masuk ke Indonesia sudah dilakukan pemerikasaan seluruh tubuhnya secara keseluruhan. Dan waktu mereka tiba di sini kepadanya diberikan kartu pengawasan kesehatan. Teman-teman dari Puskesmas juga sudah turun ke lapangan,” terang mantan Direktur RSUD Majene ini.

Ia menambahkan, selama 14 hari pemantauan, pihaknya akan selalu mengecek kesehatan para pendatang yang dicurigai terkena virus korona.

“Kalau umpanya ada sesuatu, karena gejala virus korona menyebabkan infeksi saluran pernafasan atas dan kita semua pernah merasakannya seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan. Inilah yang kita pantau. Jika terjadi gangguan kesehatan yang bersangkutan cukup parah, maka kita akan jadikan dia suspect dengan menempatkan dia di ruang isolasi dan selanjutnya dikoordinasikan dengan kementerian kesehatan. Kalau positive, maka rujukannya ke Rumah Sakit Wahidin di Makassar,” ungkap dr Rakhmat.

Sekali lagi Ia menegaskan agar masyarakat tidak usah panik atas merebaknya virus korona karena ada langkah untuk mengantisipasinya dengan menerapkan pola hidup sehat, perbanyak makan buah dan sayur, sering-sering cuci tangan dengan sabun serta olahraga secara teratur.

(ipunk)