Kabag Sumda Bersama Propam Polres Matra Tertibkan Senjata Api Kadaluarsa

Gambar Kabag Sumda Bersama Propam Polres Matra Tertibkan Senjata Api Kadaluarsa

Mapos, Pasangkayu – Guna meminimalisir kesalahan yang bisa ditimbulkan oleh personil karena diakibatkan oleh kelalaiannya, Polres Mamuju Utara melakukan pembenahan dan Penertiban yang berkesinambungan.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Kabag Sumda Polres Mamuju Utara Kompol Muhammad Imbar Bakri bersama Kasi Propam Ipda H. Andi Hamzah, Kasiwas Aipda Muhammad Rusli dan Personil Sarpras serta Provost lainnya.

Berdasarkan Surat Perintah Kapolres Mamuju Utara dengan Nomor : Sprin / 202 / III / 2019. tanggal 29 Maret 2019 tentang Penertiban senjata api personil di Lingkungan Polres Mamuju Utara dan jajaran, Kabag Sumda dan Provos melakukan pengecekan terhadap surat dan senjata api personil Polres Mamuju Utara.

Menurut Kasi Propam Ipda H. Andi Hamzah mengatakan, dari hasil pengecekan tersebut ditemukan sebanyak 37 senjata api laras pendek milik anggota Polres Mamuju Utara Polda Sulawesi Barat, suratnya telah kadaluarsa sehingga dilakukan penyitaan ditempat oleh pihak Provos.

Andi Hamzah menjelaskan, operasi senjata api itu dilaksanakan di halaman Polres Mamuju Utara. Untuk di Polsek Pasangkayu dan Bambalamotu, pihak Sumda dan provos melakukan kunjunga ke Polsek tersebut.

“Pemeriksaan rutin ini dilakukan setiap enam bulan sekali. Operasi kali ini Tim gabungan mendapati 37 senpi yang surat izinnya sudah kedaluwarsa. Harus diperbarui lagi, agar bisa digunakan lagi,” kata Andi Hamzah, Senin (01/04/2019).

Menurut Andi Hamzah, dari 89 senjata api yang dipinjam pakaikan untuk Polres Mamuju Utara dan Polsek Pasangkayu serta Polsek Bambalamotu, ada 37 senjata laras pendek yang habis izin masa berlakunya.

“Kita disita semua sampai pemiliknya mengantongi surat izin lagi,” sebutnya.

Andi Hamzah menambahkan, dalam operasi ini, juga diperiksa kebersihan senjata, identitas pemilik dan surat izin pinjam pakai.

“Jika ada yang tidak sesuai maka akan disita,” tuturnya.

Setiap polisi tambah Hamzah, juga diberikan peluru dengan jumlah tertentu.

“Mereka harus melaporkan setiap peluru yang telah digunakan,” tambahnya.

Andi Hamzah menuturkan, semua yang berhak memegang senpi harus mengikuti tes psikologis yang dilakukan di Polda Sulawesi Barat.

“Jika tidak lolos tes, polisi bersangkutan tidak dapat menggunakan senjata dan kika lolos tes, aparat tersebut masih harus mendapat tandatangan persetujuan dari Kapolres,” kata dia.

Andi Hamzah menjelaskan, rata-rata senjata yang digunakan personil adalaj jenis senjata Revolfer buatan Pindad, Taurus, Colt dan Snw serta Hs Jenis Pistol.

“Rata-rata yang dibekali senpi adalah anggota dari satuan reskrim,” jelasnya.

(usman)

Baca Juga