Janinnya Meninggal, Rani Dirujuk ke RS Lapangan TNI AD

0
386

Mapos, Mamuju РPasien rujukan dari Puskesmas Topore Desa Topore Kecamatan Papalang, Rani (18) melahirkan bayinya secara prematur. Warga  Tarailu Kecamatan Sampaga ini dirujuk ke RS Lapangan TNIAD, Jumat (12/02/2021).

Rani yang umur kandungannya baru berjalan 22 minggu ini atau 5 bulan 2 minggu terpaksa harus melahirkan secara prematur karena hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa janin dalam kandungannya telah meninggal.

Persalinan yang dipandu oleh Mayor Ckm dr. I gede Manu Mahendra,Sp.OG berjalan normal. Namun karena adanya plasenta yang tertinggal, akhirnya dilakukan tindakan kuretase.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Dandenkesyah 1404.02 Parepare Letkol Ckm. Asnawi, S.Kep.Ners ketika dihubungi mengatakan, pasien ketika datang memeriksakan kandungannya didampingi suaminya. Dan hasil USG janin dalam rahimnya sudah tidak ada denyut jantung kemudian dinyatakan meninggal.

Diperkirakan janin pertama dari perkawinan Rani pada bulan Juni 2020 lalu itu sudah beberapa hari yang lalu meninggal. Sehingga dokter mengambil tindakan untuk mengeluarkan janin tersebut.

“Persalinannya berjalan lancar termasuk tindakan kuretase ” tutur Letkol Ckm Asnawi, S.Kep.Ners.

Menurut Rani selama ini tidak pernah memeriksakan kandungannya lewat USG. Karena di Puskesmas tidak dilengkapi sarana seperti itu.

“Dari Puskesmas, saya dianjurkan untuk memeriksakan kandungan di rumah sakit lapangan TNI AD, karena sarananya lengkap,” katamya.

” Terima kasih kepada pihak rumah sakit TNI AD yang telah membantu mengeluarkan janin dalam rahim istri saya,” kata Haeril, suami Rani.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.