Ini Program 100 Hari Pertama Pemerintahan Tina-Ado

0
146

Mapos, Mamuju – Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi-Ado Mas’ud (Tina-Ado), mulai menatap program 100 hari kerja. Setelah resmi dilantik oleh Gubernur Sulbar, Alibaal Masdar, Jumat (26/02/2021).

Menurut Sutinah, sebelum gempa bumi pertengahan bulan Januari 2021 lalu memporak-porandakan Kabupaten Mamuju, ia bersama Ado Mas’ud, telah merancang program 100 hari kerja. Namun karena bencana, maka program itu akan mengalami perubahan.

“Karena kita ini ditimpa bencana, tangga 15 Januari kemarin, tentunya penanganan-penanganan pasca bencana harus kita utamakan dulu,” kata Sutinah, usai pelantikan.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Dia menjelaskan bahwa selain fokus pada penanganan pasca bencana, pemerintah juga akan menjalankan visi-misi Tina-Ado, yang relevan dengan APBD Kabupaten Mamuju dan mendesak untuk dilaksanakan.

“Karena kita tahu, sekarang ini kan APBD atau program di Tahun 2021 ini belum mengakomodir visi-misi dari Tina-Ado. Tapi, mudah-mudahan kita bisa segera melakukan perubahan, sehingga APBD bisa mengakomodir visi-misi Tina-Ado,” jelasnya.

Wakil Bupati Mamuju Ado Mas’ud, menambahkan, dalam rangka komitmen Tina-Ado terhadap penanganan pasca gempa, pemerintah di hari Senin mendatang akan menggelar rapat evaluasi dan selanjutnya akan membentuk Satgas.

“Biar semua persoalan yang terjadi, terkait pasca gempa ini bisa ditangani dengan baik,” katanya.

Mantan anggota DPRD Mamuju itu juga mengungkapkan, bahwa terkhusus bantuan rumah hunian warga yang menjadi korban gempa, diperlukan kehati-hatian dalam melakukan pendataan. Karena berdasarkan informasi ia mendapati adanya perbedaan cara pandang di masyarakat, tentang kategori kerusakan rumah.

“Nah ini akan menjadi persoalan baru. Olehnya itu kita akan izin nanti melalui instruksi bu Bupati, kita akan membentuk namanya Satgas,” ungkapnya.

Secara teknis Satgas yang akan dibentuk nantinya akan melibatkan seluruh OPD khususnya PU. Untuk menyelesaikan masalah pasca bencana gempa, seperti infrastruktur jalan, rumah hunian warga hingga perkantoran.

“Saat ini asa 23 titik longsor di Desa Bela dan Kopeang. Ini yang belum bisa ditembus. Menurut masyarakat disana, jangankan naik motor, jalan kaki pun susah,” tutupnya.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.