Ini Hasil Pembicaraan Bupati Majene Fahmi dengan Wakapolri dan Wamen ESDM

  • 27 Jun 2018
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 588
Gambar Ini Hasil Pembicaraan Bupati Majene Fahmi dengan Wakapolri dan Wamen ESDM

Mapos, Majene – Kisruh berkepanjangan soal pembagian hak partisipasi atau participating interest (PI) minyak dan gas (Migas) bumi Blok Sebuku antara Pemprov Sulbar dengan Pemkab Majene membuat Bupati Majene Fahmi Massiara mendatangi Wakapolri dan Wakil Menteri (Wamen) ESDM.

Usai melakukan pertemuan tersebut, Fahmi Massiara kemudian melakukan jumpa pers dengan awak media di rumah jabatan Bupati pada Rabu (27/6/2018).

Bupati Fahmi menyatakan, dirinya pada Selasa (26/6/2018) pukul 10.00 Wib. melakukan pertemuan silaturrahmi dengan Wakapolri Komisaris Jendral Syafruddin Kambo di Jakarta sebagai orang yang mengetahui persis masalah Blok Sebuku yang ramai dibincangkan.

Wakapolri yang juga mantan Kapolda Kalimantan Selatan ini kata Fahmi Massiara, sangat paham atas persoalan PI di Blok Sebuku dan tahu persis kalau sudah ada kesepakatan di Istana Wapres Jusuf Kalla.

“Kami diterima tepat pukul 10.00 Wib. Beliau menjelaskan secara panjang lebar dan sangat memahami dan ikut menyelesaikan (Persoalan sengketa Pulau Lerek-lerekang red), karena sebagai Kapolda Kalsel sampai Kadit Propam di Mabes Polri beliau ikut menangani persoalan ini,” kata Fahmi Massiara.

Dijelaskan Wakapolri, kata Fahmi Massiara bahwa dirinya ikut menyelesaikan persoalan PI hingga sampai ke Istana Wapres.

“Karena memang awalnya (Pulau Lerek-lerekang tempat Blok Sebuku red) sengketa sehingga diambil jalan tengah,” kata Fahmi.

Ketika Wakapolri bertanya soal pembagain PI di Kalsel, oleh Gubernur Kalsel mengatakan pihaknya membagi PI dengan Kabupaten Kota Baru 50.50.

“Kalau demikian, pembagaian PI di Sulbar juga 50.50 untuk menghindari dan tidak ada ribut-ribut lagi,” kata Komjen Syafruddin seperti ditirukan Fahmi Massiara.

Lebih jauh katanya, apa yang diharapakan oleh masyarakat Majene segera terwujud. “Tinggal menunggu surat keputusan dari pihak ESDM,” tegas Bupati Majene.

Ia menyebut dirinya juga melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri ESDM dan deputi beserta para pejabat di kementerian ESDM atas inisiasi dari Wakapolri.

Kepada Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia (ESDM) Archandra Tahar, Fahmi Massiara menyebut, pihaknya memaparkan persoalan PI Blok Sebuku tengah disoal antara Pemprov Sulbar dengan Kabupaten Majene.

“Sebenarnya ‘benang merah’ persoalan PI Blok Sebuku sudah diketahui oleh Wamen. Termasuk jarak diatas 12 mil yang sudah menjadi kewenangan kementerian untuk mengambil langkah. Dan kita sampaikan bahwa pembagiannya harus sama dengan Kalimantan Selatan demikian pula Kabupaten Kota Baru 50.50,” jelas Fahmi.

Oleh pihak Kementerian kedepan kata Fahmi akan melakukan upaya pertemuan dengan para pihak.

Kendatipun belum ada kata pasti seperti apa pembagian PI migas Blok Sebuku nantinya, namun sinyalemen dalam pertemuan dengan Pihak ESDM akan mengacu pada pembagian awal di Istana Wapres Jusuf Kalla.

“Yang jelas, pihak kita akan bertahan dengan posisi 50.50 sama dengan posisi bagi hasil di Kalsel dengan Kabupaten Kota Baru,” tandas Fahmi Massiara.

(ipunk)

Baca Juga