Hoya-hoya Merambah Mateng, Benarkah Ada Sisipan Permainan Judi ?

Gambar Hoya-hoya Merambah Mateng, Benarkah Ada Sisipan Permainan Judi ?

Mapos, Mateng – Pasar malam atau yang biasa disebut hoya-hoya merupakan hiburan anak-anak, bahkan hoya-hoya juga sangat diminati kalangan orang dewasa, pasalnya, segala permainan anak-anak tersedia, mulai dari kincir putar, kereta putar, kuda-kudaan, dan lainnya.

Bahkan, hoya-hoya dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi para pedagang di lokasi itu. Namun apa jadinya bila hoya-hoya itu disisipi permainan judi.

Salah seorang warga Topoyo, Rustam menuturkan, dirinya sangat menyetujui ada hiburan rakyat di Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), disamping memberikan keuntungan kepada para pedagang kecil, hoya-hoya juga memberikan kesan tersendiri bagi para pengunjung di pasar malam itu.

Namun, dirinya tidak menyetujui bila dipermainan itu disisipi dugaan permainan judi, seperti rolet, bola gelinding. “Ibarat mencari peruntungan nasib. Mencoba peruntungan nasib sama saja judi,” ujarnya, Jumat (22/2/2019).

Dia mengatakan, lagipula ada kesan yang buruk bila dipertontonkan didepan anak-anak.

Menurutnya, memori anak-anak itu tajam, apa yang dilihatnya akan tentu ditirunya.

“Mungkin pada saat ini tidak, tapi bila dewasa kelak, pastilah akan berbaur pada permainan itu. Apalagi sering didengarkan cerita-cerita soal permainan rolet yang membawa keuntungan bila menang. Pastilah anak-anak akan tergiur. Anak-anak mana sih yang tidak terpengaruh bila diceritakan soal rolet dan bola gelinding yang membawa peruntungan bila menang,” terangnya.

“Belum lagi para remaja, bila terpengaruh dengan permainan peruntungan nasib itu. Ya syukur-syukur kalau ada uangnya, kalau tidak ada, pastilah pikiran negatif akan muncul, bagaiman cara mendapatkan uang, terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan,” sambungnya.

Sementara, Kepala Desa Topoyo Masri mengatakan, setahu dirinya, hoya-hoya hanya menyediakan permainan anak-anak, seperti mainan balon, rumah balon raksasa, dan lainnya.

Masri menyatakan, bila memang ada disisipi dugaan permainan judi, dirinya selaku aparat desa di Topoyo tidak menyetujuinya.

“Saya tidak setuju kalau memang ada disisipi dugaan permainan judi. Ini harus dicek di lapangan,” tegasnya.

Masri menegaskan, harus segera ditutup, bila betul disisipi permainan judi.

“Harus secepatnya ditutup bila memang ada dugaan disisipi permainan judi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Topoyo Iptu Abdul Rajab yang dikonfirmasi soal ijin keramaian hoya-hoya menuturkan, surat ijin itu dikeluarkan oleh Polres Metro Mamuju.

“Ijin itu dikeluarkan oleh Polres Mamuju, kami di Polsek hanya menerima surat pemberitahuan,” sebutnya.

Rajab mengatakan, terkait adanya keluhan warga soal dugaan permainan judi, pihaknya akan melakukan pengecekan.

“Soal adanya keluhan warga ini, Kita akan cek di lapangan,” pungkasnya.

Menurut Rajab, permainan yang sifatnya berbau judi itu memang di larang.

Ia mengakui, selama hoya-hoya beroperasi, dirinya belum melakukan pengecekan di lapangan.

“Saya belum pernah mengecek di lapangan, hanya anggota saya yang sering turun di lokasi hoya-hoya,” tukasnya.

Rajab membeberkan, sebelum ke Topoyo, hoya-hoya ini sempat beroperasi di Kecamatan Budong-budong. ” Dua bulan beroperasi di Budong-budong,” bebernya.

Rajab menegaskan, bila terbukti ada unsur perjudian seperti yang dilaporkan masyarakat, pihaknya akan segera mengambil tindakan dengan menutup permainan itu.

“Kita akan tutup permainan itu, bila terbukti ada unsur judinya,” tutup Rajab.

(usman)

caleg sulbar no 23
caleg sulbar no 27
caleg sulbar no 34
caleg sulbar no 37
caleg sulbar no 39
caleg sulbar no 40
caleg sulbar no 42