Hasil Survei, Indomatrik: Prabowo-Sandi 51,07%, Jokowi-Ma’ruf 43,9%

Gambar Hasil Survei, Indomatrik: Prabowo-Sandi 51,07%, Jokowi-Ma’ruf 43,9%

Mapos, Jakarta – Survei Indomatrik merilis paslon capres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungguli Jokowi- Amin. Survei ini menyatakan bahwa Prabowo unggul dari Jokowi dengan selisih 7,15 persen. Hasil survei Indomatrik ternyata hampir sama dengan survei yang dilakukan Puskaptis.

Padahal, seluruh lembaga survei yang merilis elektabilitas capres-cawapres, menunjukkan fakta yang sama yaitu pasangan calon 01 Joko Widodo- Amin unggul melawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Direktur Riset Lembaga Survei Indomatrik, Syahruddin Ys, menuturkan elektabilitas Prabowo- unggul dengan 51,07 persen. Sedangkan, elektabilitas Jokowi- sebesar 43,92 persen.

“Dari hasil survei Prabowo-Sandi dapatkan simpati publik sebesar 51,07 persen, sedangkan Jokowi 43,9 persen. Mereka yang belum tentukan tapi akan berpartisipasi 5,01 persen,” kata Syahruddin dalam pemaparannya di Hotel Ibis, Hos Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).

Syahruddin menjelaskan, unggulnya Prabowo-Sandi karena responden menginginkan adanya perubahan yang inovatif untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Selain itu, Prabowo dianggap sebagai pemimpin yang tegas.

“l”Ada beberapa alasan di antaranya menginginkan ada perubahan menginginkan agar ada presiden baru yang inovatif, mampu memperbaiki ekonomi. Dan Prabowo berkarakter tegas dan,” ucapnya.

Sementara itu, Syahruddin menegaskan, responden cenderung menilai Jokowi tidak menepati janji kampanye Pilpres 2014. Selain itu, tertangkapnya politikus di koalisi juga dianggap sebagai faktor menurunnya elektabilitas Jokowi.

“Kurun 4,5 banyak yang anggap rendahnya kinerja Jokowi, dan janji-janjinya, dan banyaknya koalisi yang tertangkap tangan itulah yang buat menurun,” imbuh dia.

Syahruddin menuturkan Jokowi- mengalami penurunan elektabilitas dari survei bulan Desember 2018, yakni dari 47,97 persen menjadi 43,92 persen. Sebaliknya, Prabowo-Sandi menunjukkan tren positif, dari Desember 2018 sebesar 44,04 persen menjadi 51,07 persen.

“Ada kenaikan sudah saya sebutkan setelah melihat agenda kampanye mereka sudah melihat dan menilai ada yang turun dan naik. Yang turun adalah Jokowi-, sedangkan Prabowo-Sandi kecenderungan semakin meningkat terus,” tutup dia.

Survei Indomatrik dilakukan pada 24-31 Maret dengan melibatkan 2.100 responden yang tersebar di 34 provinsi. Seluruh responden merupakan para pemilih yang telah memiliki hak pilih.

Penentuan responden dilakukan secara random sistematis dan penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error penelitian 2,4 persen serta tingkat kepercayaan 95 persen.

(*)

Baca Juga