Hari Ini, Rp2,5 miliar BLT Disalurkan di Majene

  • 12 Mei 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 196
Gambar Hari Ini, Rp2,5 miliar BLT Disalurkan di Majene

Mapos, Majene — Sebanyak Rp 2.584.200.000,’ Bantuan Langsung Tunai (BLT) sumber APBD TA 2020 Kabupaten Majene disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat di dua kecamatan yaitu Kecamatan Banggae dan Kecamatan Banggae Timur.

Direlease oleh Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Majene, sebanyak 4.307 warga di Kecamatan Banggae dan Banggae Timur terima BLT dari Pemerintah Kabupaten Majene pada hari ini.

Bupati Majene, Fahmi Massiara selaku penanggung jawab Tim Penyaluran BLT yang bersumber dari APBD TA. 2020 melakukan kunjungan ke beberapa tempat penyaluran.

Fahmi Massiara mulai menyisir dari penyaluran BLT Kelurahan Labuang yang ditempatkan di SD Negeri 4 Tanjung Batu.

Di sana, Bupati Fahmi menyempatkan menyerahkan BLT kepada warga sebesar Rp600 ribu, dimana tercatat jumlah warga penerima pada Kelurahan Labuang sebanyak 216 KK.

Ditempat ini juga, Bupati Fahmi bertemu dengan Tim I yang diketuai Dandim 1401 Majene, Letkol Inf Yudi Rombe.

Setelah berbincang sejenak dengan para petugas dari PKM Lembang yang juga membagikan multi vitamin kepada semua warga penerima BLT, Bupati Fahmi kemudian melanjutkan perjalanan menuju SMP Negeri 4 Majene sebaga lokasi pembagian BLT untuk Kelurahan Lembang dengan jumlah penerima 123 KK.

Selanjutnya, Bupati Fahmi menuju Kantor Kelurahan Tande Timur dan Kantor Kelurahan Baurung.

Ada hal menarik yang dilakukan oleh Kelurahan Baurung dengan penerima sebanyak 758 KK.

Setiap warga yang keluar dari lokasi penerimaan BLT akan diminta untuk menyelup jari ke dalam tinta layaknya kita meninggalkan bilik suara di TPS pada saat Pilkada atau Pemilu dan pada pergelangan tangan juga distempel cap kelurahan.

Kunjungan Bupati Fahmi ditutup di Boyang Assamalewuang Majene sebagai tempat penyaluran BLT untuk Kelurahan Pangali Ali dengan jumlah penerima terbanyak se Kabupaten Majene, yaitu 865 KK.

Sebagai wujud transparansi uang yang diserahkan ke warga penerima tidak dikemas dalam amplop, melainkan langsung tunai dan utuh tanpa pembungkus. Maksudnya, supaya tidak ada kecurigaan adanya pemotongan dan sebagainya, karena warga sendiri diminta langsung menghitung uangnya di depan petugas.

Disetiap lokasi penyaluran nampak juga para petugas dari PKM membagikan multi vitamjn kepada setiap warga penerima.

Bupati Fahmi berharap agar uang yang diterima oleh warga supaya digunakan untuk kebutuhan pokok.

“Jangan digunakan untuk hal hal yang konsumtif, karena kita tidak tahu sampai kapan wabah Covid19 ini berakhir. Terutama, menjelang hari raya Idhul Fitri, tentu warga akan sedikit meningkat biaya hidupnya,” harap Fahmi.

Ia berpesan kepada para petugas disetiap lokasi untuk tetap memperhatikan dengan seksama kesesuain data dengan penerima.

“Bila ada yang doble atau ganda serta dianggap tidak layak menerima supaya ditahan atau ditangguhkan, dan akan diberikan kepada warga yang belum sempat terdata pada tahap ini dan layak menerima,” tutup Fahmi Massiara.

(*)

Baca Juga