Hamzah, Pemuda Majene Penarik Becak: “Pa Becak Bisa Tonji Wisuda”

  • 18 Nov 2018
  • Majene
  • Sudirman Al Bukhori
  • 100
Gambar Hamzah, Pemuda Majene Penarik Becak: “Pa Becak Bisa Tonji Wisuda”

Mapos, Majene – Dari segi ekonomi, ia termasuk dalam kategori tak mampu. Keinginannya hanya satu, ingin menjadi orang sukses dan bisa membahagiakan orang tuanya.

Sehari-harinya, ia mencari nafkah dengan menarik becak, terkadang sebagian rezeki dari hasil menarik becaknya, ia tabung untuk biaya kuliahnya di Universitas Terbuka (UT) jurusan Manajenen, di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Dia adalah Muhammad Hamzah Amirullah, pria berusia 23 tahun, biasa disapa Hamzah.

Hamzah termasuk anak yatim, ayahnya yang bernama Usman telah meninggal dunia semasa dirinya baru memasuki kuliah pertama di tahun 2014.

Hamzah hidup bersama ibunya bernama Nursamiah dan keenam saudaranya serta tinggal di jalan KH. Daeng TG. Batu Barat, Kabupaten Majene.

Selama kuliah, Hamzah termasuk mahasiswa yang ulet. Dirinya tidak pesimis berada didekat teman-temannya yang bisa dikatakan mampu dari segi ekonomi dari dirinya. Ia tetap enjoy.

Hamzah juga dikenal pintar. Semasa berada di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA 2 Majene), Hamzah ditunjuk sebagai wakil Ketua OSIS.

Sebelum berangkat maupun sepulang kuliah, Hamzah beralih profesi dengan menarik becak. Berapapun rezeki yang didapatnya, ia selalu bersyukur.

Dirinya yakin, Tuhan tidak tidur. Setiap rezeki sudah diatur oleh-Nya.

Empat tahun lamanya, Hamzah bergelut dengan buku dan becaknya sebagai penopang hidupnya dan hari bahagia itu pun tiba. Dengan memakai baju toga, Hamzah membawa ibunya ke kampus UT dengan mengendarai becaknya.

Rasa senang, bangga, menyatu dihatinya, ada kebanggaan tersendiri, karena dirinya berhasil dan akan di wisuda.

Tepatnya, Minggu (18/11/2018), adalah hari yang bahagia buat Hamzah dan semua teman-temannya. Acara wisuda itu akhirnya berjalan dengan baik.

Sebagai rasa senangnya, Hamzah menuliskan kata-kata di kursi becaknya. “Pa Becak Bisa Tonji Wisuda”.

Hamzah berkisah, dulu didalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia sempat trauma memikirkan biaya kuliahnya. Apalagi penghasilan dengan menarik becak tidak seberapa. Namun didalam kegalauan yang dialaminya, ibunya selalu hadir menemami, juga memberikan support kepadanya.

Hamzah, Pemuda Majene Penarik Becak: “Pa Becak Bisa Tonji Wisuda”

“Dulu saya sempat dilema, trauma, memikirkan kelanjutan kuliah saya. Kita tahu bahwa biaya kuliah tidak sedikit. Tapi ibu saya selalu memberikan support hingga saya bangkit kembali dan alhamdulillah, akhirnya bisa di wisuda,” ucap Hamzah, Minggu (18/11/2018).

(usman)