Gaya Jadul Pada Malam Natal, Inspirasi Kuatnya Persahabatan

Gambar Gaya Jadul Pada Malam Natal, Inspirasi Kuatnya Persahabatan

Mapos, Mamasa – Mengingatkan Natal masa lampau, ketika manusia belum mengenal teknologi, namun tetap hidup dalam kerukunan, Persahabatan yang penuh kedamaian.

Demikianlah inspirasi para pemuda dalam wadah Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa (PPGTM) Klasis Mamasa Kota (Masko), yang mengemas perayaan Natal Tahun 2019 dengan memakai kostum Jaman Dulu (Jadul) layaknya hidup di era tahun 1980-1990-an.

Perayaan Natal PPGTM klasis Masko dipustakan di Jemaat Oikumene Lope, Sabtu (4/01/2020), diikuti oleh ratusan pemuda dari lima jemaat yang tergabung dalam lingkup GTM Klasis Masko. Semua yang hadir diwajibkan mengenakan pakaian Jadul atau jaman dulu, demikian juga Gedung Gereja dihias dengan hiasan dari alam. bahkan lampu untuk sarana penerangan, tidak menggunakan listrik, tetapi lampu petromak.

Bagi yang hidup di zaman 80-90an, pasti merasakan suasana natal seakan berada pada masa itu.

Terlihat memang unik dan lucu ketika sepintas melihat kostum Jadul yang dikenakan generasi millenial jaman now. Namun jika memaknai hal ini, ada pesan yang tersirat bagaimana masyarakat pada zama itu, merayakan Natal dalam kesederhanaan namun penuh persaudaraan.

Disampaikan Salah seorang panitia penyelenggara Margaretha menyatakan, Perayaan Natal PPGTM klasis Masko tahun ini, sengaja dikemas dengan model zaman dulu, sesuai tema natal tahun ini tentang Persahabatan, untuk mengingatkan kita pada hikmatnya perayaan Natal pada zaman itu, dimana persahabatan diantara mereka masih sangat kuat.

“Ini mengingatkan kita pada perayaan Natal zaman itu dimana mereka hidup dalam persaudaraan yang kuat tanpa ada pengaruh teknologi, politik dan kepentingan apapun,” ungkap Reta, Sabtu malam (04/12/2020).

Demikianlah hendaknya masyarakat zaman ini, diharapkan bisa mengembalikan polah hidup rukun dan damai, dalam masa sekarang. Dan tidak menjadikan kemajuan teknologi dan kepntingan politik untuk memecah belah persaudaraan dalam masyarakat.

“Kemajuan teknologi itu baik, ketika kita manfaatkan dengan positif. tetapi jangan sampai menggilas peradaban kita, yang sejak dahulu hidup kuat dalam perahabatan,” harapnya.

Momen perayaan Natal PPGTM Klasis Masko ini, sontak jadi perhatian masyarakat Mamasa. bahkan tidak sedikit yang menanggapi dengan emoction lucu setelah melihat foto-foto mereka yang beredar dengan kostum dan gaya Jadul.

Reta mengaku, untuk mendapat pakaian model itu, rata-rata dari mereka harus meminjam pakaian kakek atau nenek yang masih disimpan.

(anis)