Fatmawati Fahmi Mengaku Dibunuh Karakter Lewat Opini Sesat

  • 3 Mar 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 1338
Gambar Fatmawati Fahmi Mengaku Dibunuh Karakter Lewat Opini Sesat

Mapos, Majene — Jelang Pilkada Majene yang dijadwalkan pada September 2020 mendatang, oleh lawan politik petahana terus membangun isu.

Tak jarang, isu miring terus menyeruak seiring dengan berjalannya waktu.

Menanggapi hal itu, Ny Fatmawati Fahmi yang menjadi sasaran bulan-bulanan pihak lawan pun merasa dikorbankan.

“Akhir-akhir ini banyak berita dan asumsi beredar terkait saya secara pribadi, merujuk ke arah pembunuhan karakter, berita dan opini tentang saya yang dikabarkan ikut campur terhadap keputusan politik, bahkan ada asumsi saya berniat di kontestasi Pilkada 2024 selanjutnya,” kata Istri Fahmi Massiara ini.

Melalui media berada FB Fatmawati Fahmi, Ia membantah berita dan opini tersebut.

“Satu katapun saya tidak pernah menyatakan dan menyampaikan ingin maju dan semacamnya. Saya ini sebagai ASN, pensiun di tahun 2027, perjalanan masih panjang untuk berbicara politik. Anak-anak saya masih bersekolah, masih butuh didampingi. Saya hanya butuh didampingi. Saya hanya fokus di organisasi, saya aktif karena jabatan di organisasi tersebut adalah amanah yang harus saya pertanggungjawabkan juga. Organisasi seperti PKK, PMI, PGRI merupakan organisasi berjenjang tingkatannya dari pusat hingga ke desa/kelurahan, sehingga kita semua bergerak berdasarkan program dan arahan yang terstruktur,” tegasnya.

Selaku keluarga, kata Bunda PAUD Majene ini, berita soal dimaksud dia konflrmasi Iangsung ke bupati.

“Beliau juga meminta untuk menambahkan keterangan, bahwa berita terkait penolakan itu murni pernyataan sepihak, bahkan karang-karangan media/individu belaka. Beliau menyatakan, tidak pernah ada komunikasi yang terbangun, apalagi sampai komitmen. Berita-berita tersebut murni hoax, dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Beliau juga menambahkan, bahwa selama ini beliau hanya fokus bekerja sambil mengikuti dengan baik perkembangan politik, tanpa mengeluarkan komunikasi apalagi sampai komitmen,” terangnya.

Ia menegaskan, semua isu yang beredar adalah cara-cara oknum menyebar hoax, fltnah, dan pembunuhan karakter yang sangat tidak bertanggung jawab.

“Dan jika ada yang bisa membuktikan bahwasanya saya pernah mengeluarkan statement maupun perkataan tentang saya akan maju di Pilkada 2024, saya siap memberikan reward dan akan mempertanggungjawabkan bukti tersebut di publik,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Majene untik hindari hoax, jangan menyebar fItnah, apalagi hingga mendzalimi sesama manusia satu sama lain.

“Sayapun secara pribadi memohon maaf, sekaligus berterima kasih atas seluruh perhatiannya. Saya hargai apapun itu karena setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda. Sebaik apapun yang kita buat, akan bernilai buruk bagi orang yang berpIkir berseberangan, begitupun orang yang sejalan dengan kita, akan lebih bisa memaklumi, namun tidak selamanya. Tapi, satu hal yang pasti, lnsya Allah saya akan terus berdedikasi ke masyarakat untuk mempertanggungjawabkan amanah di organisasi, dan menebar manfaat sesama manusia, kepada siapapun itu,” tandas Istri orang nomor satu di Majene ini.

(ipunk)