Dua Perkara Terkait Korupsi Dana Desa Bababulo Dilimpahkan ke Kejari Majene

  • 6 Apr 2020
  • Hukum
  • R Fajar Soenoe
  • 2420
Gambar Dua Perkara Terkait Korupsi Dana Desa Bababulo Dilimpahkan ke Kejari Majene

Mapos, Majene — Dua Perkara pidana yang tengah ditangani Satuan Reskrim Polres Majene dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene, Senin (06/03/2020).

Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Jamaluddin menyebut, dua perkara pidana yang dilimpahkan penyidik yaitu Kasus korupsi Dana Desa Bababulo TA 2018 dan Kasus Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan tindak pidana korupsi

“Tersangka dan barang buktinya kita serahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Majene sekira pukul 15.30 Wita,” kata Jamaluddin.

Bersama Kanit Tipikor Polres Majene, Ipda Benedit S.Ik, Jamaluddin mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Majene dan disepakati dilakukan tahap II.

“Pelimpahan tahap II adalah ketika penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti agar dapat memasuki proses persidangan. Pelimpahan tersebut dilakukan seusai Kejaksaan Negeri Majene menyatakan bahwa berkas perkara kasus tersebut lengkap atau P-21,” ungkap Jamaluddin.

Dalam pelimpahan itu, Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Majene membawa serta 6 tersangka. Dua tersangka kasus tindak pidana korupsi DD dan ADD TA 2018 dan 4 tersangka kasus menghalangi penyidikan tindak pidana korupsi.

Identitas 4 tersangka kasus menghalangi penyidikan tindak pidana korupsi antara lain, AM alias Ilang, Suk, Nur alias Mu’la dan Sof.

Diketahui, salah seorang dari 4 tersangka yaitu Nur pada bulan Maret 2020 telah mengajukan gugatan praperadilan terhadap penyidik Sat Reskrim Polres Majene mengenai penetapan tersangka, namun oleh hakim tunggal di Pengadilan Negeri Majene menolak secara keseluruhan gugutan pemohon.

Sedangkan dua tersangka kasus korupsi DD dan ADD desa Bababulo yaitu, FIK dan AR turut diserahkan.

Keenam tersangka oleh pihak Kejari Majene melakukan penahanan dengan status titipkan di Rutan Polres Majene.

“Pelaksanaan tahap II berlangsung aman dan tertib dimana tersangka kasus korupsi DD dan ADD, Fik dan AR didampingi oleh penasihat hukumnya Mustamin SH,” pungkas Jamaluddin.

(*)