DR. Andi Zastrawati : Akselerasikan Pembangunan Nasional dan Daerah

0
465

Mapos, Mamuju – “Penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) DPD RI dalam pemilu serentak 2019 pada tanggal 20 September 2019 lalu,  merupakan tahapan penting. Khususnya bagi calon perseorangan DPD RI. Tahapan ini menjadi legalitas buat saya untuk melangkah maju, lebih semangat dan meyakinkan diri untuk bisa mengambil hati dan kepercayaan rakyat,” tutur Andi Zastrawati mengawali obrolan, Selasa (25/09/2019).

DCT yang ditetapkan oleh oleh KPU termasuk Sulawesi Barat terdiri dari 50 calon DPD RI. Seorang diantaranya adalah Dr. Andi Zastrawati, SE, M.Si yang menempati nomor urut 24. Gadis ini adalah putri asli dari Sulawesi Barat, tepatnya di Kabupaten Polewali Mandar. Aktifis diberbagai organisasi diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tahun 2009-2014. Riwayat Pendidikan, menyelesaikan pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar jurusan Ekomoni Manajemen, S2 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta jurusan Ilmu Politik dan S3 di Universitas Indonesia jurusan Ilmu Politik.

Berdasarkan pengalamannya di parlemen, bu Doktor ini memiliki keinginan dan komitmen yang kuat dalam memajukan dan mengembangkan daerah agar menjadi daerah yang sejahtera, bermartabat dan mandiri.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Sulawesi Barat perlu mendapat perhatian, khususnya pendidikan, pengangguran dan kemiskinan,” katanya.

Selain memiliki pendidikan yang tinggi, Andi Zastrawati, juga mempunyai pengalaman kerja dan keahlian sebagai perancang undang-undang di DPR RI dan DPD RI yang cukup mumpuni. Beberapa RUU yang pernah disusun adalah RUU Kepemiluan, RUU Tabungan Perumahan Rakyat, RUU Guru dan Dosen, RUU Aparatur Sipil Negara dan RUU Masyarakat Adat.

Permasalahan lain yang benar-benar nampak di depan mata adalah besarnya angka pengangguran. Pemerintah daerah harus didorong untuk lebih kreatif, untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi yang ada daerah,” tuturnya.

Sulawesi Barat, ulas Andi Sastrawati, masih menyimpan banyak masalah baik terkait dengan pembangunan infrastruktur maupun sumber daya manusia. Terkait masalah pendidikan, masih banyak ditemukan anak-anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah ataupun putus sekolah disebabkan karena rendahnya pendapatan masyarakat.

“Mayoritas pekerjaan masyarakat di Sulbar adalah bertani, berkebun, dan nelayan. Pekerjaan ini tentu tidak cukup mampu menopang kebutuhan hidup seperti pemenuhan pendidikan, kesehatan, rumah yang layak dan lain-lain. Melihat permasalahan ini, tentu harus menjadi perhatian serius dan menemukan solusi yang tepat untuk menanganinya. Saya menawarkan konsep program pemberdayaan. Dimana masyarakat petani dan nelayan harus benar-benar diberdayakan agar kualitas hidupnya meningkat,” katanya.

Sebagai calon legislatif, lanjutnya, permasalahan rakyat ini harus diselesaikan dalam bingkai tupoksi sebagai anggota legislatif. Yaitu mendorong regulasi, utamanya percepatan pembangunan terkhusus di daerah-daerah yang masih terbelakang. Kemudian penguatan pengawasan dengan memaksimalkan fungsi pengawasan dan evaluasi kinerja pemerintah di daerah.

“Dan yang terakhir adalah memperjuangkan politik anggaran yang pro rakyat. Sebagai calon anggota DPD RI, harus mampu melakukan akselerasi pembangunan antara pembangunan nasional dan pembangunan daerah,” kuncinya.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.