Disdik Majene Laksanakan Lomba Cerdas Cermat

  • 18 Feb 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 347
Gambar Disdik Majene Laksanakan Lomba Cerdas Cermat

Mapos, Majene — Dukung peningkatan kualitas pendidikan dalam mewujudkan Majene sebagai pusat layanan pendidikan di Masa depan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Majene melalui Bidang Pendidikan Dasar melaksanakan kegiatankman Cerdas Cermat tingkat Kecamatan Banggae 2020, di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Senin (18/02/2020).

Dengan tema Melalui lomba Cerdas Cermat Kita Tingkatkan Kreatifitas Kemandirian Menuju Pembentukan Insan Mandiri, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majene, Iskandar menyebut, dalam100 hari kerja Kementerian Pendidikan Kabinet Jokowi sudah 3 kali membuat episode sistem pendidikan.

“Yang pertama adalah assessment dengan menggagas merdeka belajar. Apa itu merdeka belajar? Maksudnya diberikan kepada satuan pendidikan dalam arti guru dan peserta didik untuk memberi penilaian apakah layak atau tidak untuk masuk ke jenjang berikut,” kata Iskandar.

Dikatakan, ada 4 substansi dalam episode pertama yaitu mengubah, mentransformasikan USBN, Ujian Nasional, RPP dan sistem zonasi yang tidak serta merta diberlakukan pada tahun ini melainkan pada tahun 2021 mendatang.

“Khusuas konsumsi di SD yaitu USBN, diberikan keleluasaan memberikan assessment kepada guru pada pertengahan yaitu di kelas 4,” katanya.

Ujian nasional juga memiliki 3 ruang dalam memberikan assessment, antara lain bagaimana mengembangkan daya nalar peserta didik dengan patokan kompetensi minimum.

“Bagaimana mengembangkan literasi bahasa dalam pengembangan daya nalar peserta, matematika dan karakter. Inilah yang akan disurvey untuk menjadi bahan penilaian di tengah jenjang,” ucap Iskandar.

Sedangkan episode kedua lanjutnya, yaitu menyasar lingkungan kampus di perguruan tinggi. “Saya tidak bahas soal ini karena kita fokuskan kepada pendidikan dasar saja,” katanya.

Yang ketiga adalah pemangkasan administrasi birokrasi dana BOS melalui SK bersama dengan tiga menteri yaitu menteri keuangan, menteri dalam negeri dan menteri pendidikan.

“Yang tadinya dana BOS singgah ke Kas Daerah, kini sudah langsung ke sekolah. Ini percepatan karena mata rantainya di putus. Hikmah dari semua itu, sekolah harus sudah siap dengan perencanaan dan pelaporan penggunaan,” ucapnya.

“Yang prinsip sebagai sosialisasi awal dana BOS, tadinya pencairannya pada tahun 2019 sebanyak 4 kali, tapi sekarang sudah 3 kali,” tambahnya.

Ia tak lupa mengapresiasi lomba Cerdas Cermat yang tengah berlangsung karena, akan menjadi momentum peserta didik dalam menghadapi ujian kelak. Sehingga melalui kegiatan ini akan membuka ruang memperkaya dan mengasah intelektual peserta didik.

Dia berharap dengan lomba yang diadakan akan lebih memperkaya referensi peserta didik dalam menghadapi ujian sekolah nantinya.

Sementara itu, Wakil Bupati Majene Lukman mengimbau kepada para guru di sekolah agar tidak merokok di saat mengajar atau di sekolah.

“Saya sampaikan bahwa kemarin salah seorang peserta rapat di Perlindungan Anak kepada saya untuk menyampaikan agar guru sedapat mungkin tidak merokok di sekolah,” katanya.

Lebih jauh kata dia, selaku pembina upacara Senin kemarin, dirinya selalu merindukan apa yang telah dilakukan Denmark, New Zealand dan Finlandia dimana negara-negara ini adalah negara paling aman di dunia.

“Disana bukan kepintaran yang utama melainkan karakter dengan kejujuran. Mari kita membangun karakter anak-anak kita dengan kejujuran,” ajaknya.

Ia bahkan mengaku bahwa dirinya pernah mendapati seorang guru yang duduk di atas meja di sekolah.

“Malah pernah saya datang ke salah satu sekolah dan menemukan ada guru sementara duduk di atas meja. Juga pernah sekali waktu saya memberi tumpangan kepada tiga orang guru yang salah seorang diantaranya tidak mengenal saya. Pada waktu itu saya menyetir sendiri tanpa supir atau ajudan,” akunya.

Untuk itu dia mengimbau kepada para guru agar mendahulukan pendidikan karakter pada diri sendiri kemudian diterapkan kepada peserta didik.

(ipunk)