Mapos, Mamuju – Untuk mendukung Visi Misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, bersama Wakilnya, Salim S. Mengga, terkait ”pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial” Dinas Sosial, P3A dan PMD Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan melakukan koordinasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Sulbar terkait sejumlah proposal bantuan sosial usaha tenun Sekomandi yang masuk ke Dinsos P3A dan PMD Sulbar.
Koordinasi ini berlangsung pada Rabu, 1 April 2026, sebagai langkah sinkronisasi program antar perangkat daerah guna memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan para pelaku usaha tenun tradisional.
Dalam pertemuan tersebut, kedua instansi membahas berbagai aspek penting, mulai dari verifikasi proposal, kelayakan penerima bantuan, hingga bentuk intervensi yang dapat diberikan untuk mendukung keberlanjutan usaha tenun Sekomandi sebagai salah satu potensi ekonomi lokal.
Kadinsos P3A dan PMD Sulbar, Darmawati, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, Andi Muhammad Yasin, menyampaikan bahwa koordinasi ini penting untuk menghindari tumpang tindih program serta memperkuat dampak bantuan yang diberikan kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap proposal bantuan sosial yang masuk benar-benar diverifikasi dengan baik dan selaras dengan program pemberdayaan ekonomi yang ada di Koperindag. Sinergi ini penting agar bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sesaat, tetapi mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Muhammad Yasin juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan dalam pengembangan usaha tenun, terutama dalam hal pembinaan, pemasaran, dan peningkatan kualitas produk.
“Tenun Sekomandi memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang besar. Dengan koordinasi ini, kita dapat merumuskan dukungan yang lebih komprehensif, mulai dari produksi hingga pemasaran, sehingga para perajin dapat berkembang secara berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui koordinasi ini, diharapkan bantuan sosial yang akan disalurkan dapat memberikan dampak nyata bagi para pelaku usaha tenun Sekomandi serta mendukung upaya penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Barat.
(*)






