Diduga Karena Asmara, Petugas Honorer Kebersihan Majene Nekat Gantung Diri

Gambar Diduga Karena Asmara, Petugas Honorer Kebersihan Majene Nekat Gantung Diri

Mapos, Majene – Masyarakat di Lingkungan Galung Selatan Kelurahan Galung Selatan Kecamatan Banggae Kabupaten Majene mendadak gegar. Pasalnya, pada Sabtu (6/4/2019) sekitar pukul 08.00 Wita oleh warga setempat melihat sosok pemuda gantung diri di atas pohon mangga di lapangan.

Belakangan dikatahui, jasad yang sudah kaku di atas pohon tak lain Dedi Suardi. Ia lahir pada tanggal 27 November 1996 dan tercatat sebagai petugas honorer di Dinas Kebersihan Kabupaten Majene.

Menurut Lurah Galung Selatan, Abd Salam, anak kedua dari lima bersuadara pasangan Taswin – Murni ini dikenal penyabar dan menjadi tulang punggung keluarga.

Disebut-sebut, korban kerap bertelepon dengan seseorang dimana ia gantung diri, sehingga diduga kuat korban nekat gantung diri akibat asmara.

“Karena menurut orang tua korban tidak ada persoalan di dalam keluarga atau bermasalah dengan teman-temannya ataupun dengan masyarakat. Mungkin itu (asmara) sebabnya,” tutur Abd Salam.

Dikatakan, ia mengetahui peristiwa bunuh diri dengan cara menggantungkan leher dengan seutas tali di pohon mangga ia ketahui setelah mendapat laporan dari warga setempat.

“Saya baru tahu setelah diberi tahu oleh warga. Kita menduga peristiwa bunuh diri itu terjadi pada malam hari karena darah di tubuh korban sudah mengering,” sebut Salam.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Majene AKP Pandu Arief Setiawan dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih mendalami peristiwa bunuh diri di Lingkungan Galung.

“Mayatnya sudah dievakuasi ke RSUD Majene. Kita masih mendalami ya,” akunya.

(ipunk)