Diduga Balap Liar, Tiga Remaja Dibawah Umur Harus Kehilangan Nyawa

Gambar Diduga Balap Liar, Tiga Remaja Dibawah Umur Harus Kehilangan Nyawa

Mapos, Polman – Diduga balap liar, tiga remaja masih dibawah umur dinyatakan meninggal dunia seusai balap liar di perbatasan Kabupaten Majene – Kabupaten Polman.

Diketahui bahwa setiap malam minggu di wilayah itu sering dijadikan arena uji nyali bagi para kawula muda.

Jajaran Polres Majene tidak bisa berbuat banyak karena wilayah tersebut masuk dalam wilayah hukum Polres Polman.

“Kita tidak bisa berbuat banyak, karena disana adalah jalan protokol dan masuk wilayah hukum Polres Polman. Kalau kita di Majene, setiap ada kegiatan di daerah paling ujung kota, jajaran Polsek langsung turun ke lapangan,” sebut Kasat Lantas Polres Majene Iptu Muslim Aslim saat dikonfirmasi adanya warga Majene yang tewas usai balapan liar di perbatasan Majene – Polman.

Jenazah kedua remaja dibawah umur dan sepeda motor yang dia kendarai usai tabrakan di Perbatasan Majene – Polman, Minggu 3 Pebruari 2019. Foto Ist

Pada tempat terpisah, Kasat Lantas Polres Polman, AKP Rusli Said membenarkan jika ada tiga remaja meninggal yang diduga dalam balapan liar di perbatasan Majene – Polman pada Sabtu malam atau tepatnya Minggu (3/2/2019) sekitar pukul 01.30 Wita.

Ia menyebut, peristiwa itu terjadi di jalan poros Polman- Majene tepatnya Desa Katitting Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman.

Kendaraan yang terlibat yaitu sepeda motor merek Kawasaki Ninja warna hijau tanpa TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) yang di kendarai oleh lelaki Burhan (13), pelajar, alamat Desa Bonde Utara Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene.

Sepeda motor Kawasaki Ninja warna biru juga tanpa TNKB dikendarai oleh lelaki Bisri bin Saharuddin (20) pekerjaan tidak ada, alamat Desa Bonde Utara Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene dan sepeda motor Kawasaki Ninja warna hijau tanpa TNKB dikendarai lelaki Alwi (17) pelajar, alamat Tanete Baruga Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene.

“Dua orang meninggal di TKP, 1 orang meninggal di RSUD Majene dan dua orang lainnya mengalami luka ringan,” sebut AKP Rusli.

Ia menceriterakan kronologis kejadian, diduga antara sepeda motor Kawasaki Ninja warna hijau tanpa TNKB yang dikendarai Burhan berboncengan dengan Fikran (16) beregrak dari arah Timur ke Barat, kemudian bergerak ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan satu unit sepeda kotor Kawasaki Ninja warna hijau yang dikendarai Muh Alwi yang bergerak dari arah Barat ke Timur dengan kecepatan relatif kencang.

“Setelah kedua sepeda motor tersebut bertabrakan, sepeda motor yang dikendarai Burhan terlempar ke kiri kemudian datang dari arah Timur ke Barat atau dari arah belakang sepeda motor Kawasaki Ninja warna Biru yang dikendarai Bisri berboncengan dengan Arif bin Busman langsung menabrak sepeda motor Burhan yang mengakibatkan Burhan dan Fikran meninggal di tempat kejadian. Sedangkan Alwi meninggal di RSUD Majene,” terang AKP Rusli Said.

Tindakan yang diambil Satlantas Polres Polman adalah mengecek dan mengolah TKP, menyita barang bukti, mengambil keterangan singkat para saksi serta mendatangi korban di Puskesmas Tinambung dan di RSUD Majene.

Hingga saat ini masih tersisa satu sepeda motor Kawasaki Ninja warna hijau tanpa TNKB yang dikendarai Muh Alwi masih bulum diketahui keberadaannya.

Ia berharap, kejadian serupa tidak akan terulang lagi jika saja orang tua lebih berperan mendidik anak-anaknya di rumah.

“Mereka masih dibawah umur dan belum patut berkendara. Kasihan mereka kalau harus meregang nyawa di jalanan,” tegas AKP Rusli Said.

(ipunk)