Desa Tubo Dicanangkan Sebagai Kawasan Pertanian Terpadu di Kabupaten Majene

  • 3 Feb 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 333
Gambar Desa Tubo Dicanangkan Sebagai Kawasan Pertanian Terpadu di Kabupaten Majene

Mapos, Majene – Pencanangan Desa Tubo Kecamatan Tubo Sendana sebagai kawasan pertanian terpadu didasari oleh komitmen pemerintah Tubo saat bursa inovasi desa yang dilaksanakan di Kabupaten Majene beberapa waktu lalu.

“Kawasan ini awalnya kawasan yang ditumbuhi ilalang. Setelah kami terinspirasi pada inovasi desa, kami mulai berpikir kenapa kita harus pelihara rumput?. Sehingga pada saat itu, kami bersama aparat desa lainnya minta kepada dinas Pertanian untuk mendukung program ini,” ungkap Kepala Desa Tubo, Muslimin dalam acara Pencanangan Kawasan Pertanian Terpadu Desa Tubo Kerjasama Pemerintah Kabupaten Majene, Minggu (3/2/2019).

Dalam laporannya ia menyebut, dari 20 hektar lahan tidur yang dialokasikan pengamanannya melalui dana desa, baru sekitar 4 hektar yang digunakan. Sementara 10 hektat lainnya masih dalam proses garap.

Bupati Majene Fahmi Massiara saat Pencanangan Kawasan Pertanian Terpadu Desa Tubo Kerjasama Pemerintah Kabupaten Majene, Minggu 3 Pebruari 2019 foto : ist

Dia berharap peran pemerintah Provinsi Sulbar sangat dibutuhkan dalam mengembangkan inovasi yang telah digagas.

Pada kesempatan sama, Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan, kegiatan ini merupakan dinamisasi pemerintah Kabupaten Majene yang diback up melalui MP3.

“MP3 artinya bagaimana mewujudkan Majene profesional, Majene produktif dan Majene proaktif. Profesional erat hubungannya dengan peningkatan SDM, birokrasi dan lain-lain. Produktifitas erat kaitannya yang ada di lapangan. Dengan ini, terlahirlah gagasan revolusi hijau, revolusi biru di sektor kelautan, perikanan dan yang terakhir revolusi wisata,”jelas Fahmi Massiara.

Hari ini kata dia dimulai penanam jagung di Kawasan Pertanian Terpadu di Desa Tobo.

“Kenapa tanaman jagung selalu dibesar-besarkan? Dari dulu orang mengenal jagung. Persoalannya adalah karakter masyarakat kita dengan masyarakat di daerah lain itu berbeda. Kalau di Majene, petani kita telah terbiasa dengan pola tanaman keras seperti kelapa. Petani kita cenderung enggan melakukan pola pemupukan. Melalui program ini, kita akan merubah pola pikir petani dengan pola tanam jangka pendek. Apalagi saat ini Pemkab Majene mendapat bantuan bibit jagung dari pusat dengan area tanam mencapai 13 ribu hektar. Kita harus menyambut peluang ini demi meningkatkan taraf hidup petani kita,” terang Fahmi Massiara.

Dia berharap, melalui perhatian pusat ke daerah Majene, petani Majene akan menyambut peluang itu dengan sebaik-sebaiknya.

Tak lupa ia berterima kasih kepada TNI yang telah turut menyukseskan upaya khusus (Upsus) di sektor pajale (padi, jagung dan kedelai) di masa sebelumnya.

Usai membuka acara, Bupati Majene Fahmi Massiara menyerahkan bantuan benih jagung dan bibit hijau makanan ternak kepada Kepala Desa Tubo – Muslimin, menyerahkan bantuan alat pengolahan lahan (Cultivator) kepada Ketua Kelompok Tani Gunung Buya – Zamad, menyerahkan bantuan hand sprayer kepada Ketua Kelompok Tani Batu Poni -Jalaluddin, menyerahkan bantuan bibit cabe kepada Ketua Kelompok Tani Batu Tannilete – Rauf, menyerahkan bantuan bibit kakao sambung pucuk kepada Ketua Kelompok Tani Melotongang – M tahir dan bahan bacaan Sistem Pertanian Terpadu kepada Ketua Kelompok Tani Tanete Akar Bunga – H Azis.

Turut hadir dalam acara itu, Komandan Korem 142 Tatag, Kolonel Inf Eventius Teddy Danarto, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Majene, Burhan, Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulbar – Tanawali dan undangan lainnya.

(ipunk)