Dekan UKDM Tegaskan, Ado Mas’ud Mahasiswanya

Gambar Dekan UKDM Tegaskan, Ado Mas’ud Mahasiswanya

Mapos, Mamuju – Wakil Dekan II Universtas Karya Dharma Makassar (UKDM) Anjelia S.Kom M,Si, mengatakan, melaporkan ijazah palsu Ado Mas’ud sebagai kekeliruan yang tidak mendasar.

“Kalaupun hal ini dilaporkan sebagai dugaan ijazah palsu, saya anggap itu tidak mendasar,” kata Anjelia, Selasa (06/10/2020).

Didampingi Wakil Dekan I Universitas Karya UKDM, Drs. Abdul Basith Rahman, M,Si, usai memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan dugaan ijazah palsu yang digelar di Bawaslu Mamuju.

Menurut Wakil dekan II bidang Adiministrasi Universitas UKDM itu, nama Mas’ud atau Ado Mas’ud ini merupakan alumni UVRI UKDM yang tercatat di kampus tersebut.

“Nama Mas’ud ini memang tercatat di kampus UKDM dan bisa dilihat apabila kita mengecek di universitas UKDM. Bahkan sudah ada print out namanya dan sudah bisa dicek di Forlap Dikti,” tutur Anjelia.

Dijelaskan Anjelia, adapun jika diketik nama atau stambuk maka akan muncul dua nama yaitu Mas’ud dan Eduardo Andos. Hal ini terjadi karena saat itu terjadi dualisme kampus sama-sama menggunakan nama UVRI sementara penulisan stambuk sama.

“Semua alumni dibawah 2016 masuk di UKDM karena tahun 2008 UVRI ini dualisme, sama-sama menggunakan nama UVRI, nanti 2016 baru ada pemecahannya. Bahkan SK perubahan namanya tersebut ada,” urainya.

“UVRI di ada yang di prokaraeng berubah jadi UKDM sementara UVRI yang di bawakaraeng Antang itu berubah jadi Pejuang,” tambah Anjelia.

Adapun keterlambatan update data yang terjadi kemarin karena alumni tersebut harus melapor terlebih dahulu.

“Karena Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT) nya kita nanti 2016 baru ada, sementara pak Mas’ud ini masuk 2009 dan selesai 2011,” tuturnya.

(*)

Baca Juga