Mapos, Majene — Tadinya Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Kaimuddin, M.Si, kini dijabat oleh Dr. Nurlaela, S.P., M.Si.,
Tidak tanggung tanggung, Dr Nurlaela, SP, M.Si dipilih secara aklamasi sebagai Dekan Fapertahut Unsulbar periode 2026–2030.
Dilansir dari laman Humas Unsulbar, Pemilihan tersebut berlangsung dalam Rapat Senat Terbuka dengan agenda pemaparan visi dan misi calon Dekan Fapertahut yang digelar di Ruang Sandeq, Villa Bogor, Majene, Senin, 5 Oktober 2026.
Suasana rapat berlangsung emosional ketika Nurlaela menyampaikan orasi visi dan misinya. Ia mengungkapkan rasa haru sekaligus bangga atas kepercayaan yang diberikan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Fapertahut setelah sebelumnya dipimpin Prof. Dr. Ir. Kaimuddin, M.Si., pada periode 2019–2025.
Dalam pemaparannya, Nurlaela menegaskan bahwa visi dan misi yang diusung tidak terlepas dari Rencana Strategis (Renstra) Universitas yang kemudian dijabarkan ke tingkat fakultas serta diselaraskan dengan arah kebijakan nasional pendidikan tinggi.
Ia menyampaikan, kepemimpinan Fapertahut periode 2026–2030 akan diarahkan untuk membangun ekosistem fakultas yang kolaboratif, transparan, adaptif, berorientasi pada mutu, dan akuntabel.
“Seluruh pelaksanaan Tri Dharma, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian, pengembangan sumber daya manusia hingga kemitraan, diharapkan mampu menghasilkan manfaat nyata bagi universitas, masyarakat, maupun daerah,” ujarnya
Ia menyebut, visi yang diusung yakni menjadikan Fapertahut Unsulbar sebagai fakultas yang unggul dalam pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian serta kehutanan berbasis kebudayaan pada 2030.
Visi tersebut diarahkan untuk mendukung pertanian berkelanjutan, kelestarian hutan, serta pemecahan berbagai persoalan lokal, nasional, maupun global. Tahun 2030 diharapkan menjadi tonggak capaian kepemimpinan Fapertahut menuju visi Unsulbar 2040 sesuai dengan Renstra Universitas.
Untuk mewujudkannya, kata dia, ada empat misi utama. Pertama, menyelenggarakan pendidikan pertanian dan kehutanan yang bermutu dan relevan, dengan membentuk lulusan yang berjiwa kepemimpinan, mampu berkarya, serta memiliki jiwa kewirausahaan.
Kedua, memperkuat penelitian kolaboratif dan inovasi berbasis budaya yang telah dikembangkan sebelumnya.
Ketiga, memperkuat pengabdian dan kemitraan melalui karya inovatif serta pemikiran yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam.
Keempat, membangun tata kelola fakultas yang bermutu, transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Sementara itu, Rektor Unsulbar Prof. Dr. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si., berharap dekan terpilih mampu membawa Fapertahut menjadi fakultas yang semakin maju dan memiliki daya saing.
“Tentunya dekan yang terpilih nanti kita berharap akan mampu mengelola kemajuan Fakultas Pertanian dan Kehutanan menjadi fakultas yang disegani, fakultas yang favorit di Sulawesi Barat,” ungkap Rektor.
Menurutnya, tata kelola akademik yang baik perlu terus diperkuat agar peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mahasiswa dapat berjalan secara optimal sehingga mahasiswa memperoleh proses pembelajaran yang semakin baik.
Rapat tersebut turut menghadirkan tim panelis, yakni Dr. Juanda Maulana, M.Si., Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Prof. Dr. Ir. Kaimuddin, M.Si., Ketua Senat Fapertahut Unhas, serta Muhammad Nasir Badu, Ph.D., Wakil Rektor I Unsulbar.
Sementara itu, pelantikan Dekan Fapertahut Unsulbar periode 2026–2030 akan dilaksanakan setelah jadwal pelantikan ditetapkan oleh universitas.
(*)






