Danrem 142 : Waspadai Narkoba dan Politik Adu Domba melalui perkembangan teknologi

IMG-20170918-WA0100Mapos. Majene – Danrem 142/Tatag Kolonel Inf Taufiq Shobri bersama  Ketua Persit KCK Koorcab Rem 142/Tatag Ny. dr Camilia Palupi Taufiq Shobri, tiba  di Makodim 1401/Majene Jalan Jendral Sudirman No 178 Kelurahan Lembang Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene dalam rangka memberikan Pengarahan kepada Prajurit, PNS dan  Persit Kodim 1401/Majene.

Kehadiran rombongan disambut oleh Dandim 1401/Majene, Letkol Inf Rahman Majene, Kasdim 1401/Majene Ibu Ketua Persit KCK cabang XXXVI dim 1401/Majene, para Perwira staf, Danramil Jajaran Kodim 1401/Majene.

Dalam sambutannya Dandim 1401/Majene Letkol Inf Rahman Menyampaikan ucapan selamat datang kepada Danrem beserta  Ketua Persit KCK Koorcab Rem 142/Tatag yang telah berkenan berkunjung dan memberikan pengarahan kepada Prajurit TNI dan PNS di Kodim Majene.

Sementara itu, Danrem 142/Tatag Kolonel Inf Taufiq Shobri menyampaikan Bahwa Negara Indonesia saat ini sedang berada di Zona Proxy War. Proxy War merupakan perang yang bertujuan untuk memecah-belah suatu Bangsa dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai senjata utama.

“Politik Adu Domba melalui perkembangan teknologi ini diterapkan oleh Negara Asing yang ingin menguasai Indonesia yang dinilai mempunyai kekayaan alam berlimpah”, Jelasnya. Senin (18/09/2017).

Untuk itu, Manfaatkan Media Sosial (Medsos) dengan positif dan jangan cepat terpengaruh dengan berita yang beredar di Medsos. Banyak Berita HOAX beredar untuk memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa, pelajari terlebih dahulu dengan banyak membaca dan menggali informasi tentang hal-hal yang bisa membahayakan Ideologi Negara.

Penyalahgunaan Narkoba setiap 100 orang penduduk Indonesia berusia 10-59 tahun, 2 orang penyalahgunaan Narkoba, kata Taufiq Shobri.

Dijelaskan, kondisi prajurit saat ini, faktor lingkungan yang kompleks, tuntutan hidup tinggi gaji prajurit mim 3.9 juta, personil Makodim baru sebanyak 76% masuk dengan membayar Rp 5 juta sampai 150 juta, hanya 16% masuk tentara karena pengabdian yang cari kerja.

Jaga keharmonisan keluarga, bimbing anak-anak kita dengan baik karena anak-anak kita adalah masa depan kita dan kewajiban sebagai orang tua adalah menyiapkan anak-anaknya kedepan menjadi lebih baik lagi.

Kita harus pahami bersama bahwa, dilingkungan TNI AD dalam melaksanakan setiap tugas ada pemimpin dan ada yang dipimpin, semuanya mempunyai peran masing-masing dan dalam suatu sistem harus dapat menunjukkan perannya masing-masing dengan baik, ungkap Taufiq Shobri.

(usman) 

(Penrem 142/Tatag)