Covid-19 Melandai, Masyarakat Abai Protokol Kesehatan di Majene

0
136

Mapos, Majene –– Seiring dengan melandainya kasus terkonfirmasi Covid-19 di Sulawesi Barat pada umumnya dan khususnya di Kabupaten Majene, hanya sebagian kecil masyarakat yang menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah.

Kegiatan masyarakat sudah berjalan seperti biasa termasuk pedagang yang berjualan di pasar dan aktifitas di perkantoran tidak lagi mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

“Saya heran di Majene, hampir tidak ada lagi yang menggunakan masker. Di kantor-kantor juga nyaris tidak ada yang menggunakan masker,” ujar salah seorang pendatang asal Makassar Sulawesi Selatan yang mengaku bernama Ardiansah.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Padahal kata dia, ship-shipan masih berlaku atau pegawai masih work from home. “Aneh saya lihat di Majene, masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker di tempat-tempat pelayanan pubik. Seperti yang saya lihat juga penjual (pedagang) di pasar dan penjual ikan dekat monumen Posasi Kelurahan Pangali-ali semua tidak ada yang memakai masker,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian dimintai tanggapan soal banyaknya masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan kepada tempat-tempat publik yang tak patuh Prokes.

“Saya juga heran, padahal kami sudah melakukan berbagai upaya termasuk menertibkan masyarakat pengguna jalan untuk memakai masker. Ini kita sementara melakukan operasi yang poinnya adalah patuh Prokes,” kata Febryanto Siagian.

Padahal, lanjutnya kesadaran masyarakat tentang kebutuhan vaksin sekarang ini sudah sangat meningkat. “Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang mendatangi gerai vaksin yang kita bangun seperti di Rangas Barat kemarin. Mudah-mudahan dengan antusiasme masyarakat yang tinggi ini dapat mempercepat capaian vaksinasi di Wilayah Kabupaten Majene,” ujarnya, Rabu  (24/11/2021) malam.

Dikatakan, animo masyarakat untuk ikut vaksin cukup besar yang ditandai dengan jumlah peserta vaksin dari hari hari ke hari semakin bertambah. “Upaya kita cukup positif. Dari target 1.000 perhari ternyata realisasi kemarin 1.110 orang dan hari ini 1.500 orang. Semua ini berkat adanya pelibatan semua pihak di masyarakat,” terang Febryanto Siagian.

Ia merinci, jumlah masyarakat yang sudah vaksin V1 di Majene baru mencapai 47 persen dan V2 sebanhak 28 persen yang artinya masih butuh sekitar 23 persen lagi untuk mencapai herd immunity.

Febriyano mengingatkan bahwa ancaman Covid-19 gelombang selanjutnya masih mengintai sehingga oleh pemerintah berencana memperlakukan PPKM jelang Natal dan Tahun Baru 2022.

“Mari kita dukung pemerintah dalam upaya memutus Covid-19 karena lebih baik mencegah daripada mengobati. Terutama pelaku usaha diminta untuk bisa memahami maksud pemerintah,” sebut Febryanto.

Untuk itu pihaknya mengajak seluruh masyarakat Majene agar mematuhi Protokol Kesehatan dan gelorakan vaksin demi mempercepat herd immunity. “Ingat ya, meski sudah vaksin, protokol kesehatan tetap diutamakan,” pungkas orang nomor satu di Polres Majene ini.

Sayangnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, dr Rakhmat Malik yang coba dihubungi di kantornya beberapa kali tidak pernah berhasil bahkan melalui telepon pun tidak pernah diangkat

“Bapak keluar kantor. Silakan menghubungi Kepala Bidang P2P kalau mau konfirmasi soal Covid-19,” kata Satpam Dinas Kesehatan Kabupaten Majene sambil menunjuk ruangan Kabid P2P, Nasfah.

Lagi-lagi Nasfah tak bisa memberikan jawaban tekait banyaknya mayarakat  yang abai mematuhi Prokes.

“Silakan tanya kepada pemerintah daerah. Kalau kami sebatas memberi data terkait penangan Covid-19. Saat ini ada dua terkonfirmasi positif Covid-19 dan satunya sedang isolasi mandiri, satunya lagi sedang dirawat di Rumah Sakit Wahidin Makassar. Saya kira minggu depan sudah sembuh semua,” sebut Nasfah.

Hingga berita ini tayang tak satupun pihak Pemda Kabupaten Majene yang dapat memberi komentar.

Disebut-sebut uang operasional untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Majene sudah habis sehingga operasi yustisi Prokes di tempat-tempat umum tak lagi dihiraukan.

Dari pantauan, cafe, alfamidi, indomaret yang tadinya hanya beroperasi hingga pukul  21.00 malam, kini sudah sampai pukul 22.00 Wita. Sedangkan hajatan pesta perkawinan tak lagi melakukan membatasan dan terlihat pengunjungnya hampir semua tak bermasker dan tidak menjaga jarak.

(fajar/red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.