Cegah Penyebaran Covid-19 Meluas, Akses ke Timbo-timbo Dipalang Warga

  • 9 Mei 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 682
Gambar Cegah Penyebaran Covid-19 Meluas, Akses ke Timbo-timbo Dipalang Warga

Mapos, Majene — Berbagai upaya dilakukan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19, salah satunya yaitu menutup akses keluar masuk dalam wilayah masing-masing.

Seperti yang dilakukan warga Lingkungan Timbi-timbo, Kelurahan Pangaliali, Kecamatan Banggae.

Oleh warga setempat memberlakukan sistem buka tutup portal demi menjaga warganya terpapar Covid-19.

“Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 dan membatasi orang luar masuk ke 4 lingkungan, yakni Lingungan Timbo-timbo, Salabose, Panggalo dan Rusun,” tutur Syamsuddin Kepala Lingkungan Timbo-timbo, Jumat (8/05/2020).

Dikatakan, portal yang dibangun merupakan atas inisiatif masyarakat dari 4 lingkungan.

“Kita berupaya mencegah Covid-19. Dari 4 lingkungan, kita hanya buka satu pintu masuk dengan sistem portal. Masih ada akses masuk lainnya, tapi tidak mudah dilalui karena tanjakan. Dan saya yakin, pendatang yang masuk tidak akan lewat pintu itu,” terangnya.

Lebih jauh kata Kades sapaan akrab Syamsuddin, penutupan pintu masuk dengan sistem portal sudah lama dilakukan pihaknya.

“Sejak beberapa minggu setelah ada kesepakatan antar warga. Jika ada pendatang yang masuk ke wilayah kami, terlebih dahulu petugas jaga akan melakukan penyemprotan disinfektan dan menyediakan tempat cuci tangan,” katanya.

Namun, lanjutnya, untuk aktifitas warga, tetap diperbolehkan seperti biasa.

“Lock down ini hanya bentuk antisipasi kita dalam upaya pencegahan Covid-19, karena kita lindungi masyarakat,” tegasnya.

Sementara, Ketua Jaga pintu masuk Lingkungan Timbo-timbo, Riri didampingi sejumlah anggotanya menjelaskan, buka tutup pintu gerbang masuk ke 4 lingkungan ini, tidak lain untuk membantu pemerintah dalan pencegahan penyebaran Covid-19 yang kini mewabah di luar wilayah Majene.

“Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Kita ketahui bersama, bahwa penyebaran Covid-19 di Sulbar perlu meningkatkan kewaspadaan, dengan cara lock down pintu masuk, dan siapapun yang memasuki Lingkungan Timbo-timbo harus lebih dulu mencuci tangan yang sudah disediakan sesuai kesepakan warga dari 4 kepala lingkungan,” tandasnya.

(fid)