Capaian Vaksinasi Tahap II di Majene Turun Drasrltis

0
51

Mapos, Majene — Kendati semua pihak bahu membahu dalam menyukseskan vaksinasi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, namun hasilnya tidak cukup menggembirakan bahkan cenderung mengecewakan.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Majene, Joko, hingga saat ini capaian vaksinasi tahap II di Kabupaten Majene hanya berkisar 12 persen saja. “Masih lebih tinggi animo masyarakat pada vaksinasi tahap pertama yakni mencapai 25 persen,” ungkap Joko pekan lalu.

Dikatakan ada sejumlah faktor mempengaruhi yang menjadi sebab berkurangnya capaian vaksinasi diantaranya hoax soal pengaruh buruk vaksin pada masyarakat.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Berita hoax yang menjadi salah satu sebab masyarakat enggan divaksin. Hoax ini terlebih dahulu meracuni pikiran masyarakat sehingga sosialisasi yang kita lakukan tidak efektif. Kalau pada tahap pertama, oleh masyarakat banyak mau divaksin karena ada kaitannya dengan Bansos,” sebut Joko.

Sementara itu, Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian ditanya soal berkurangnya capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Majene mengatakan, pihaknya merasa heran kenapa hal itu terjadi.

“Padahal, kita (Polisi) sudah melakukan berbagai upaya temasuk melaksanakan kegiatan vaksin massal secara gratis di sejumlah wilayah,” sebut Kapolres Majene yang baru menjabat sebulan ini.

Dia mengaku, pihaknya tidak akan bosan-bosan mengedukasi masyarakat akan bahaya Covid-19 yang sampai saat ini masih belum mereda dan melakukan sosialisasi tentang arti pentingnya vaksinasi untuk mencapai target kekebalan kelompok atau herd immunity.

Dia berharap agar masyarakat mengerti fungsi vaksin. “Vaksin itu halal dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Justru kalau seseorang telah divaksin, kemungkinan terpaparr virus covid lebih kecil,” katanya.

Dilansir dari berbagai sumber, vaksin merupakan upaya pencegahan terhadap Covid-19. Fungsi vaksin yaitu mendorong sistem kekebalan spesifik imun tubuh agar tahan terhadap serangan virus.

Dengan adanya kekebalan tubuh ini, diharapkan tubuh kita dapat terhindar dari penularan ataupun kemungkinan mengalami risiko gejala yang parah akibat terinfeksi Covid-19.

Pada kesempatan lain, menurut pengakuan sejumlah masyarakat penerima vaksin tahap pertama menyebutkan, usai divaksin, dirinya mengalami gatal-gatal dan ada diantaranya jatuh sakit tapi tidak sedikit yang tidak mengalami gejala apa-apa.

“Dua hari setelah divaksin, badan saya gatal-gatal. Kalau disuruh ikut vaksin tahap II, saya masih pikir-pikir,” ucap Wahyuddin yang mengaku sebagai kuli bangunan ini.

Berbeda dengan Burhan. Kepala Lingkungan Lembang Dhua, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene ini mengaku usai divaksin dirinya tidak punya keluhan sama sekali. “Hanya agak sakit di bagian lengan sebelah kiri. Tidak lama, hanya beberapa hari saja sudah seperti biasa lagi,” akunya.

Dia pun berharap agar masyarakat tidak terprovokasi atas berita hoax tentang bahaya vaksin.

Pemuda dan Mahasiswa Bentuk Aliansi  Percepatan Vaksinasi Covid-19

Melihat persentase vaksinasi masih jauh dari target, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) dan Pemuda Muslimin Indonesia membentuk sebuah aliansi guna membantu Pemerintah Kabupaten Majene dalam upaya mempercepat vaksinasi Covid-19.

Menurut Ketua Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Naim, oleh Ketua Koordinator aliansi, Abdul Latif, dalam audiensi di Ruang Kerja Bupati Majene, Senin 30 Agustus 2021 kemarin, aliansi yang mereka bentuk terdiri dari 27 organisasi profesi, kepemudaan dan mahasiswa yang ada di Kabupaten Majene.

“Kegiatan ini diinisiasi oleh DPC SEMMI yang dinakhodai oleh Burhanuddin, S.Pd bersama Pemuda Muslimin Indonesia. Sebagai inisiator, Ketua SEMMI  menyampaikan bahwa tekad untuk membentuk aliansi adalah menjalin persaudaraan diantara organisasi dalam upaya membantu masyarakat menemukan solusi di masa pandemi Covid-19 berupa pemberian ruang akses pelayanan vaksinasi untuk segera dilakukan supaya kehidupan dapat kembali normal seperti sediakala,” sebut Abdul Latif yang juga Pengurus DPC SEMMI seperti ditirukan Muhammad Naim, Rabu (1/9/2021).

Dalam  audiensi katanya, aliansi bertekad  siap menyukseskan program Pemerintah  Daerah untuk mempercepat vaksinasi  Covid-19 di Kabupaten Majene sebagai salah  satu alternatif solusi dalam mengakhiri  pandemi Covid-19.

Mereka berharap, rekan-rekan anggota aliansi bisa bekerja secara totalitas dalam meluruskan pemahaman masyarakat terkait Covid-19 dan vaksinnya.

Selain itu, lanjut dia, melalui aliansi yang dibentuk dapat  menjadi narahubung Pemerintah Daerah kepada masyarakat dalam menyiapkan dan  memastikan kesiapan masyarakat sampai pada tingkat lingkungan dan dusun untuk dilakukan vaksinasi.

“Diharapkan, disinformasi yang tersebar di masyarakat Kabupaten Majene terkait Covid-19 dan vaksinnya dapat diberantas sehingga kehidupan kembali normal,” sebutnya.

Ia juga menawarkan mekanisme vaksinasi secara teknis kepada Dinas Kesehatan, bahwa lokasi dan tempat vaksinasi harus  didekatkan ke masyarakat, supaya masalah akses bukan lagi menjadi penghalang masyarakat untuk melakukan vaksinasi.

Muhammad Naim menambahkan, terkait masih kurangnya partisipasi masyarakat  untuk vaksin harus terlebih dahulu dikenali masalahnya.

“Kemungkinan masalah yang muncul karena kurangnya pengetahuan masyarakat soal fungsi vaksin, sehingga mereka cemas, terlebih setelah mendengar berita hoax terhadap efek vaksin dan kurangnya akses masyarakat ke layanan vaksinasi Covid. Olehnya, itu kami mengajak Pemerintah  Kabupaten Majene yang saat itu kebetulan  hadir juga Kepala Dinas Kesehatan  Kabupaten Majene dr Rakmat Malik, kami  meminta agar lebih memassifkan sosialisasi masyarakat terkait vaksinasi karena kita berikan pada ahlinya agar informasi vaksin ini diterima dengan baik oleh masyarakat,” beber Naim seraya menambahkan, upaya lain yang akan dilakukan adalah dengan jalan door to door di lingkungan dan juga dusun.

Dia berharap dengan kolaborasi yang dibangun dapat meningkatkan persentase vaksin di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat supaya herd immunity dapat segera dicapai.

(fajaruddin/red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.