Capaian Vaksinasi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat Masih Jauh dari Harapan

0
383

Mapos, Majene — Upaya pemerintah pusat melalui pemerintah kabupaten/kota, TNI maupun POLRI untuk menyukseskan vaksinasi nampaknya tidak akan maksimal. Pasalnya, ada indikasi pemerintah setempat tidak memberikan dukungan penuh terhadap kedua instansi vertikal itu.

Dari pantauan selama tiga bulan terakhir di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat hanya tim dari Polri dan TNI yang hampir setiap hari melakukan sosialisasi dan membuka sejumlah gerai vaksin di tempat umum, juga di Markas Komando mereka.

Bahkan, sebagai komitmen dalam mewujudkan sukses vaksin untuk mencapai herd immunity, Polres Majene telah membebankan satu anggota Bhabinkamtibmas mewajibkan membawa lima orang warga untuk divaksin.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Setiap anggota Bhabinkamtibmas kita wajibnya membawa 5 orang dan anggota Polr lainnya 3 orang,” ungkap Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian beberapa waktu lalu.

Dikatakan sejumlah langkah telah dilakukan pihaknya untuk mengajak masyarakat agar mau divaksin, salah satu diantaranya, memberikan bantuan sembako.

Sayangnya, orang nomor satu di Mapolres Majene ini belum memberikan data valid seberapa banyak masyarakat yang telah mendapatkan layanan vaksin melalui gerai Vasin Polres Majene.

“Pekan depan nanti kita rilis. Perkiraan sementara diangka dua ribuan,” tulis Humas Polres Majene melalui pesan WA, Minggu (18/10/2021).

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, dr Rakhmat Malik dalam laporannya kepada Gubernur Sulawesi Barat pada Pencanangan Vaksinasi Massal di Kecamatan Pamboang akhir September lalu mengatakan, pelaksanaan Vaksinasi COVID -19 di Kabupaten Majene secara simbolis (Kick Off) mulai dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2021, dimana jadwal awal pelaksanaan adalah tanggal 10 Januari 2021.

“Pelaksanaan vaksinasi pada waktu itu tertunda akibat adanya bencana gempa yang terjadi di Kabupaten Majene,” ucapnya.

Ia membeberkan, target sasaran Vaksinasi di Kabupaten Majene sebanyak 130.261 yang terdiri dari :
▪︎Sumber Daya Kesehatan : 1.383 ▪︎Pelayanan Publik : 13.843
▪︎Lansia : 11.335
▪︎Masyarakat Umum dan Masyarakat Rentan : 83.727
▪︎Remaja Usia 12 — 17 Tahun : 19.973.

Sedangkan Capaian Vaksinasi selama pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Majene :
1. Dosis I telah tercapai 36.242 (27,82%), yang terdiri :
a. Sumber Daya Kesehatan : 1.497 (108,25%)
b. Pelayanan Publik : 16.343 (118,06%)
c. Lansia : 1.197 (10,56%)
d. Masyarakat Umum dan Masyarakat : 14.597 (17,43%)
e. Remaja Usia 12 — 17 Tahun : 2.608 (13,06%)

2. Capaian dosis II sebesar 15.723 (12,07%), yang terdiri dari :
a. Sumber Daya Kesehatan : 1.373 (99,28%)
b. Pelayanan Publik : 9.061 (65,46%) c. Lansia : 549 (4,84%)
d. Masyarakat Umum dan Masyarakat : 4.589 (5,5%)
e. Remaja Usia 12 — 17 Tahun : 151 (0,11%)

3. Capaian dosis III sebesar 416 (33,17%).

Jumlah vaksin yang sudah diterima Kabupaten Majene selama pelaksanaan vaksinasi sebanyak 59.936 dosis dan sudah terpakai sebanyak 52.726 dosis.
Sisa stok vaksin yang ada terdiri dari :
1. Sinovac 256 dosis
2. Astra Zeneca 760 dosis
3. Moderna 6.132 dosis (sudah dengan dosis II : 4.690 dosis dan nakes 434 dosis).

Dari capaian tersebut di atas menunjukkan bahwa persentase vaksin pada dosisi kedua jauh dari harapan.

Salah seorang Kepala Lingkungan di salah satu kelurahan yang enggan disebut mengatakan, warganya tidak melanjutkan vaksin kedua lantaran takut. “Usai vaksin pertama, kebanyakan mengeluh terserang gatal-gatal dan sakit kepala. Kemudian, ancaman sanksi administrasi untuk tidak memberikan layanan sosial seperti PKH dan sebagainya juga tidak terlaksana. Tidak ada sanski berupa penundaan PKH bagi yang tidak vaksin, sehingga masyarakat yang sudah vaksin cemburu dan mengatakan tidak usah vaksin, toh kita juga tetap menerima bantuan,” ungkapnya.

Padahal, sumber dari kemkes.go.id menyebutk manfaat jika kita melakukan vaksinasi Covid-19 adalah;

– Merangsang sistem kekebalan tubuh
– Mengurangi risiko terjadinya penularan covid-19
– Ketika tertular covid-19, dampaknya tidak berat
– Mencapai herd immunity (imunitas kelompok)

(fajar/red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.