Capaian Investasi di Majene Melampaui Target

0
180

Mapos, Majene — Target investasi di Kabupaten Majene pada tahun 2020 sebesar Rp50 miliar dan terealisi Rp82 miliar. “Alhamdulillah, kami mampu melebihi target tersebut, bahkan sampai Rp82 miliar per tahun. Untuk tahun  2021, target investasinya Rp30 Milyar, walau dalam kondisi pandemi Covid-19, dan dalam kurun waktu tersebut sampai saat ini kami sudah memenuhi target bahkan lebih dari Rp30 milyar,” ungkap Kepala Dinas DPM-PTSP,  Djazuli MM dalam laporannya pada Pembukaan Sosialisasi Kebijakan Pelayanan Perizinan Berusaha dan Pedoman Tata Cara Pengisian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara Online bagi Pelaku Usaha, Senin (12/7/2021).

Slaku Panitia Pelaksana, Djazuli Muchtar dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan sosialisasi kali ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada badan usaha yang ada di Majene agar dapat mendaftarkan usahanya secara online sistem, sehingga Pemkab. Majene dapat mendata berapa jumlah investasi yang masuk ke Majene setiap tahunnya.

“Investasi sekecil apapun, entah itu mikro, kecil, menengah, semua harus terdaftar di DPM PTSP. Banyak pelaku usaha yang patuh namun masih belum terdata pada sistem OSS (Online Single Submission) terintegrasi. OSS kalau sudah digunakan maka, dalam pendaftarannya tersebut akan terdata sampai ke BKPM RI (Badan Koordinasi Penanaman Modal RI) sekarang bernama Kementerian Investasi yang berlaku secara nasional dalam “Satu Data Indonesia”,” sebut Djazuli.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Berbicara tentang izin maka kita berbicara tentang hak dan kewajiban bagi semua pelaku usaha,” imbuhnya.

Lebih jauh dikatakan, DPM PTSP juga telah membuka dua gerai online di dua Perguruan Tinggi Negeri di Majene yaitu di Unsulbar dan STAIN. Katanya, ini juga untuk memudahkan bagi para mahasiswa dalam mengambil Izin penelitian.

Djazuli juga menyampaikan tentang berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh DPM PTSP Majene salah satunya adalah “Deliveri Electronik System,” yang bertujuan memudahkan masyarakat dalam mengurus perizinan dengan cara menelpon ke Call Centre DPM PTSP, selanjutnya pihak DPM PTSP yang akan mendatangi para pelaku usaha untuk pengurusan izinnya. “UNtuk saat ini masih berlaku di wilayah Kecamatan Banggae dan Banggae Timur,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Majene melalui Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda. Majene,  Andi Amran, SH, MH berharap agar perizinan yang ada di Majene dapat dimudahkan bagi para pelaku usaha, berharap seluruh investasi yang masuk dapat dikendalilan dan investor tersebut dapat meningkatkan perputaran ekonomi yang ada di Majene dalam menunjang pembangunan daerah.

“Bupati juga mengapreseasi atas sosialisasi yang dilaksanakan hari ini, karena akan berdampak pada mudahnya para pelaku usaha dalam mendapatkan perizinan yang terintegrasi dengan berbagai sektor,” sebut Andi Amran.

Sosialisasi ini juga diisi dengan paparan dari DPM PTSP Prov. Sulbar yang bertindak selaku pemateri dan berlangsung selama dua hari.

Turut hadiri 14 Pimpinan OPD terkait, Camat Pamboang, Kepala BPJS Kesehatan, Ka. BPJS Ketenaga kerjaan, KUA Kec. Pamboang, Lurah Lalampanua serta para pelaku usaha lainnya sebanyak 26 peserta.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.