Caleg PDIP Gagal Minta Berasnya Dikembalikan

Gambar Caleg PDIP Gagal Minta Berasnya Dikembalikan

Mapos, Kaltim – Calon anggota legislatif (caleg) dari PDI Perjuangan berinisial DA dilaporkan meminta kembali beras yang dia bagikan kepada 150 orang pemilih, lantaran gagal meraup suara secara signifikan.

Ya, impiannya untuk duduk di kursi legislatif melayang. Padahal, bagi-bagi beras itu sudah dia lakukan kepada warga di kawasan Kelurahan Telaga Sari Kecamatan Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, jauh sebelum masa kampanye.

“Pembagiannya sebelum masa kampanye, sudah lama. Dapatnya itu ada 150 orang. Dia nyuruh kumpul KTP untuk mengajukan berasnya,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, seperti dikutip dari Balikpapan Pos (Prokal), Minggu (28/4/2019).

Mereka yang menerima beras diminta memberikan suara dan mencoblos DA sebagai imbalan. Setelah masa pencoblosan, ternyata suara yang diperoleh tidak sesuai harapan. “Pokoknya beras itu sekitar 150, dia minta kembalikan semuanya,” ujar sumber Balikpapan Pos tersebut.

Warga yang sudah menerima beras kebingungan, karena pemberian itu sudah dikonsumsi. Sampai sekarang baru dua orang yang menyatakan berniat mengembalikan beras yang diterima dari DA. “Pusing kami, karena berasnya ‘kan sudah dibagi. Sudah hubungi warga tapi kayak apa, beras sudah dimakan. Ada aja sih yang mau mengembalikan, saat ini baru dua orang yang mau kembalikan,” ungkapnya.

Warga yang telah menerima pemberian beras dari sang caleg menjadi kecewa berat. Mereka menilai DA tidak ikhlas dalam memberi.

Ketua PDIP DPC Balikpapan Thohari Azis mengaku belum mengetahui kabar tersebut. Dia terkejut dan membantah adanya program pembagian beras kepada warga sebagai iming-iming suara. “PDIP tidak bagi-bagi beras,” tegasnya.

Namun, Thohari mengimbau kepada para caleg agar selalu sabar dan ikhlas atas semua hasil yang diterima. “Kalau berjuang yang ikhlas. Malu sudah diberikan, ya, diikhlaskan saja. Semoga menjadi ladang amal. Insyaallah, akan diganti dengan kebaikan-kebaikan yang lain,” pungkas dia.

(*)