Cabuli Anak Sendiri Hingga Hamil, Ayah Bejat Ini Dibekuk Polisi

0
73

Mapos, MamujuĀ – Kepolisian Resor Metro Mamuju, Sulawesi Barat, berhasil menangkap pria berinisial TL (41). Pria itu diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap LI (17) yang merupakan anak kandungnya sendiri.

“Korban berusia 17 tahun, dan masih di bawah umur serta hamil,” kata Kapolres Metro Mamuju AKBP. Moh. Rivai Arvan, Jumat (16/3/2018).

Kasus pencabulan tersebut terungkap berkat laporan salah satu keluarga korban. Satreskrim Polsek Topoyo langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang diketahui kabur ke Nabire.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Saat dikejar, pelaku ternyata melarikan diri ke Nabire hingga akhirnya dapat ditangkap pada hari Selasa 13 Maret 2018. Pelaku langsung dibawa ke Mapolres Nabire untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Sat Reskrim Polres Nabire, Kanit Reskrim Sektor Topoyo didampingi Kapolsek Topoyo, pelaku yang merupakan warga Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) ini mengakui semua perbuatannya telah mencabuli anak kandungnya sendiri di kota Palu, Sulawesi Tengah.

“Modusnya, pada bulan Agustus 2017, pelaku mengajak korban ke Palu, Sulteng untuk bersama-sama mengambil uang hasil panen dan menginap selama enam hari di salah satu wisma di kota Palu. Selama di kota Palu, pelaku mencabuli korban. Sebelum korban dicabuli, pelaku sempat mengancam korban bila tidak mau melakukan,” kata Rivai.

“Pelaku melakukan pencabulan sebanyak enam kali. Sebelum kembali ke rumahnya di Topoyo, lagi-lagi pelaku mengancam korban agar peristiwa ini jangan sampai diketahui orang,” sambung Rivai.

Rivai mengatakan, pelaku telah berada di Mapolres Metro Mamuju. Pelaku dijemput di Rutan Nabire pada 14 Maret 2018 pukul 05.30 WIT.

Ilustrasi.

Pelaku bakal dijerat pasal 81 dan 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.