Buwas Sebut Ada Satu Menteri yang Batalkan Bulog Impor Bawang Putih

Gambar Buwas Sebut Ada Satu Menteri yang Batalkan Bulog Impor Bawang Putih

Mapos, Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso atau Buwas, buka-bukaan mengenai impor bawang putih. Menurut Buwas ada salah satu menteri di jajaran Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo yang justru menghambat bahkan membatalkan Bulog mengimpor bawang putih. Kok bisa?

Buwas bercerita bahwa Perum Bulog sudah mendapatkan penugasan untuk segera mengimpor 100 ribu ton bawang putih lewat rapat koordinasi antar kementerian yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

“Itu sudah diputuskan rakortas dipimpin Menko Perekonomian putus tapi ada salah satu menteri yang cara berpikirnya berbeda. Saya tidak tahu cara berpikirnya, saya tidak tahu dari sekian menteri ada satu yang berbeda, saya enggak tahu ada satu yang tidak waras,” ungkap Buwas saat ditemui di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (27/4).

“Perintah kan sudah ada tapi dibatalkan sepihak ya tanya yang membatali cara berpikirnya bagaimana saya enggak tahu cara berpikirnya orang itu. Orang itu tidak berpikir negara, orang itu berpikir pribadi,” imbuhnya.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso atau Buwas

Buwas melanjutkan izin penugasan tersebut tak kunjung terbit. Sedangkan di pasaran, harga bawang putih terus bergerak liar hingga tembus Rp 60 ribu per kg. Padahal normalnya hanya Rp 25 ribu per kg. Sayangnya Buwas tak menyebut identitas menteri tersebut.

“Tapi tetap tidak diizinkan Bulog impor, nah ini kan aneh karena apa? sudah dikuasai oleh kartel-kartel bawang putih. Nah seperti ini yang saya bilang artinya perintah presiden pemimpin negara yang tertinggi bisa dibatalkan oleh perorangan oleh anak buah presiden itu aneh dan luar biasa menurut saya. Sekarang menurut saya yang membatalkan itulah yang lebih dari presiden ya atau dia ingin lebih dari presiden itu,” tuturnya.

Padahal jika izin tersebut terbit, Bulog segera mengeksekusinya. Bulog juga akan menjual dengan harga standar dan tidak mencari keuntungan lebih karena ini adalah penugasan bukan tujuan komersial.

“Tapi kita kan untuk penugasan sehingga masyarakat mendapatkan harga dan kualitas baik dengan harga murah,” tekannya.

(*)

Baca Juga