Bupati Mateng: Usulan Program Harus Berdasarkan Kebutuhan Masyarakat

Gambar Bupati Mateng: Usulan Program Harus Berdasarkan Kebutuhan Masyarakat

Mapos, Mateng – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) tingkat Kecamatan merupakan wadah sekaligus  proses perencanaan pembangunan dari bawah. Olehnya itu, usulan program harus berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan berdasarkan keinginan.

Hal itu disampaikan Bupati Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), H. Aras Tammauni saat membuka Musrenbang Kecamatan Tobadak, Rabu (13/3/2019).

Diketahui bahwa, Kecamatan Tobadak merupakan kecamatan terakhir yang melaksanakan Musrenbang, setelah sebelumnya Kecamatan Karossa, Topoyo, Pangale dan Kecamatam Budong-budong, Selasa (12/3/2019) kemarin.

Musrenbang yang berlangsung di halaman Kantor Camat Tobadak tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Mateng, H. Muh. Amin Kasa, Ketua DPRD Mateng, H. Arsal Aras, Sekkab Mateng, H. Askary, Anggota DPRD Mateng, Para Asisten Setda Mateng, Para Staf Ahli Bupati Mateng, Kepala OPD Lingkup Pemkab Mateng, Camat Tobadak dan Kepala Desa Se Kecamatan Tobadak.

Musrenbang merupakan wahana untuk menyusun RKPD tahun 2020. Oleh karena itu hendaknya dilaksanakan dengan tertib, lancar, penuh kesungguhan sehingga menghasilkan usulan program kegiatan yang  realistis dan berkualitas berdasarkan kebutuhan masyarakat bukan keinginan. Hal ini merupakan perpaduan antara  program yang bersifat top down dan buttom up,” ujar H. Aras.

Bupati katakan, Usulan kegiatan itu juga harus dipastikan bukan menjadi kewenangan desa atau kegiatan yang telah menjadi rencana yang termuat di dalam APBDes, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kegiatan.

“Adanya penambahan sebesar anggaram 10 persen, dari APBD untuk dana desa diharapkan mampu dikelola oleh pemerintah desa dengan penuh tanggung jawab dan benar-benar berdasarkan prioritas kebutuhan masyarakat yang ada di desa, dengan memperhatikan sinkronisasi dengan kebijakan dan arah pembangunan kabupaten,” tutupnya.

(usman)

Baca Juga