Bupati Mamuju: Tak Ada Lagi Program ‘Lewat Jendela’

0
113

Mapos, Mamuju – Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi, menekankan, proses perencanaan pembangunan harus benar-benar terencana. Dari usulan masyarakat melalui musyawarah di tingkat desa hingga kecamatan yang disetujui bersama melalui forum diskusi pada musrenbang. Dan dokumen perencanaannya telah menggunakan sistem SIPD yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan dari tingkat nasional dan provinsi.

“Jadi tidak ada lagi usulan yang “lewat jendela’. Tiba-tiba muncul atau tiba-tiba hilang karena semua sudah melalui proses yang transparan dan terencana, kata Sutinah Suhardi,” saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) terpadu kecamatan Tapalang dan Tapalang Barat, yang dipusatkan di Kecamatan Tapalang, Rabu (24/032021).

ia berharap dari Musrenbang inilah akan melahirkan program yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Utamanya program dalam upaya pemulihan pasca bencana.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Sebelumnya, Bupati Mamuju juga menyampaikan kepada sejumlah Kepala Desa, Lurah dan Camat, bersama para pimpinan OPD yang menghadiri Musrenbang yang dilaksanakan di halaman rumah jabatan Camat Tapalang bahwa Musrenbang kali ini akan lebih terbuka. Karena akan mendapat dukungan penuh dari anggota DPR RI dan juga DPRD provinsi, yang telah menitipkan pesan untuk menampung semua aspirasi masyarakat yang dapat diintervensi melalui kebijakan pusat dan provinsi.

Terpisah, Kepala Bappepan Mamuju, Khatma Ahmad menjelaskan, sinergi yang telah dibangun oleh pemerintah Kecamatan Tapalang dan Tapalang Barat bersama semua perangkat desa dan kelurahan telah memasukkan sepuluh usulan program ke dalam SIPBM. Menurutnya, di kecamatan lain masih ada yang belum dapat meloloskan usulan desanya masing-masing ke dalam sistem tersebut.

Untuk proses selanjutnya, khatma mengatakan, semua usulan yang telah masuk ke sistem akan dirumuskan bersama melalui rapat dalam Musrenbang dan meputuskan program-program yang akan dilanjutkan ke forum OPD.

“Jadi di Musrenbang inilah waktunya kita ‘baku angkat kursi’ untuk meyakinkan forum, program mana yang harus kita loloskan,” terangnya sambil berseloroh.

Mengapresiasi keterbukaan dalam proses perencanaan pembangunan tahun ini, Kepala Desa Pangasaan As’ad mengaku siap memperjuangkan aspirasi masyarakatnya yang telah dituangkan ke dalam sepuluh usulan program. Ia berharap dari semua usulan tersebut akan ada program yang bisa direalisasi demi masyarakat Desa Pangasaan.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.