Bupati Mamuju: Bayar Gaji Semua Tekon Tanpa Kecuali

0
360

Mapos, Mamuju – Bupati Mamuju Hj. Sitti Sutinah Suhardi, memerintahkan agar gaji tenaga kontrak daerah segera dibayarkan oleh semua OPD lingkup pemkab Mamuju. Instruksi tersebut disampaikan Sutinah, sesaat sebelum melakukan Sidak ke OPD, Senin, (17/05/2021).

Bupati menegaskan, pembayaran masih berdasarkan SK terakhir per Januari hingga Maret 2021 tanpa kecuali kepada 6547 tenaga kontrak yang tersebar pada 57 instansi pemerintah daerah.

Menindaklanjuti perintah tersebut, Sekretaris Daerah Suaib, segera memimpin rapat bersama sejumlah OPD teknis. Seperti BPKAD dan BKPP untuk dapat menyesuaikan arahan Bupati dengan kondisi terakhir. Terutama posisi para tenaga kontrak daerah sebelum dilakukan penyelarasan.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Suaib menegaskan, realisasi pembayaran gaji tenaga kontrak baru-baru ini sudah dilakukan. Namun belum dapat mengakomodasi secara keseluruhan gaji tenaga kontrak, sebab ketersediaan anggaran PAD sebagai salah satu sumber pembiayaan yang belum mencukupi saat itu.

Suaib memastikan Pemkab Mamuju tetap berkomitmen membayarkan gaji semua tenaga kontrak daerah yang berlaku dari Januari hingga Maret 2021.

Merinci kondisi keuangan daerah terhadap realisasi pembayaran gaji tekon tersebut, Kepala BPKAD Mamuju Budianto Muin, menyebutkan, dibutuhkan dana sekira Rp9 milyar untuk membiayai semua tenaga kontrak per tiga bulannya. Realisasi terhadap angka tersebut akan segera disesuaikan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari kondisi inilah sehigga pembayaran gaji tekon akan dilakukan bertahap, hingga semua gaji kontrak dapat terbayarkan.

Terpisah, Kepala BAPENDA Mamuju Irwan Wahid, menjelaskan, sektor pendapatan daerah dari sumber pajak beberapa tahun ini diakui mengalami penurunan drastis. Sebagai dampak pandemi covid-19 yang mengakibatkan pelambatan sejumlah sektor. Seperti pajak restoran dan hotel yang melesu akibat pembatasan ruang gerak demi memutus mata rantai penyebaran virus.

Belum lagi adanya bencana gempa bumi yang semakin menekan pendapatan daerah. Karena objek pajak yang selama ini menjadi sumber PAD seperti Hotel, rumah makan dan restoran tidak lagi dapat diharapkan sepenuhnya akibat adanya bencana tersebut.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.