Bupati Majene Perjuangkan Nasib Honorer ke Kemenpan RB

  • 19 Feb 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 663
Gambar Bupati Majene Perjuangkan Nasib Honorer ke Kemenpan RB

Mapos, Majene – Menindaklajuti hasil Rapat Kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) beserta Badan Kepegawaian Negara (BKN) 20 Januari 2020, di Ruang Komisi II DPR-RI, yang menyepakati untuk menghapus Tenaga Honorer, Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan lainnya, dari Organisasi Pemerintahan dan hanya mengakui PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja (P3K) sesuai amanat pasal 6 UU 5 Tahun 2014 tentang Aparat Sipil Negara, Bupati Majene Fahmi Massiara bersama Kabag Organisasi Sekretariat Daerah Majene Afiat Mulwan melakukan audience dengan pihak Kemenpan RB, Rabu (19/02/2020) di Jakarta.

Direlease oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Majene siang tadi, Bupati Majene diterima langsung oleh Asisten Deputi Standarisasi Jabatan dan Kompetensi SDM Aparatur Negara, Drs. Arizal, M.Si, di Ruang Kerja Asisten Deputi.

Pada kesempatan itu, Bupati Majene menyampaikan harapan agar Pemerintah Pusat dapat meninjau kembali kebijakan ini, mengingat peran dan fungsi tenaga kontrak daerah dan honorer di Pemerintah Kabupaten Majene cukup menopang kinerja pelayanan Tupoksi Perangkat Daerah.

Menurut Fahmi Massiara, Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah idealnya harus mampu memikirkan bagaimana membuat regulasi agar dapat dilakukan pengangkatan secara bertahap terhadap Tenaga Honorer di daerahnya menjadi P3K.

“Hal ini tentunya dapat terwujud didahului dengan upaya identifikasi dan pendataan tenaga honorer yang aktif dan betul-betul mengabdi serta berkontribusi membantu penyelenggaraan pemerintahan di daerah, agar tenaga honorer yang diangkat betul-betul adalah tenaga honorer yang aktif dan telah mengabdi secara sukarela dengan honor seadanya,” kata Fahmi Massiara.

Hingga berita ini tayang, belum ada konfirmasi resmi apa hasil akhir dalam pertemuan itu.

“Adapun hasil pertemuan tersebut, masih menunggu informasi dari Bupati Majene, dan kemungkinan akan disampaikan langsung oleh Bupati Majene setibanya di Majene,” tutup Kasubag Protokoler Sekretariat Pemkab Majene Sufyan Ilbas.

(ipunk)