Bupati Majene H. Lukman : Transmigrasi Dapat Saling Mengisi Antar Wilayah

0
214

Mapos, Jakarta — Soal transmigrasi di Indonesia masih dibutuhkan karena saling mengisi antara masing-masing wilayah. “Bagi daerah yang memiliki kekurangan, maka daerah lain bisa menutupi. Misalnya, pulau Jawa lahan pertaniannya terbatas dan menuntut banyak lapangan kerja, sementara kita punya lahan tapi SDM kurang sehingga antara dua daerah bisa dipadukan dan menjadi nilai tambah,” ungkap Bupati Majene, Lukman Nurman di sela acara Forum Komunikasi Transmigrasi Regional II Tahun 2021 yang dilaksanakan di Golden Ball Room Hotel Sultan and Residence Jakarta, (27/5/2021).

Lukman didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Majene,  Hamsinah berharap strategi yang disampaikan oleh Kemendes PDT bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Acara yang mengambil tema “Revitalisasi Kawasan Transmigrasi Mendukung SDGs Desa” dibuka langsung oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)  Dr. Hc. Drs. A. Halim Iskandar, M. Pd.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Tampak hadir para Gubernur, Bupati, dan para Kadis Transmigrasi Provinsi dan Kabupaten se Indonesia.

Gus Menteri (Mendes PDTT, Halim Iskandar) memaparkan keberhasilan program transmigrasi antara lain mewujudkan 1.529 desa definitif, 454 ibu kota kecamatan, 114 ibu kota kabupaten, dan 2 ibu kota provinsi, yaitu Provinsi Sulawesi Barat yang ibu kotanya adalah Kota Mamuju dan Provinsi Kalimantan Utara yang ibu kotanya adalah Tanjung Selor.

Ia juga menyebutkan Kemendes PDTT berperan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi. Program tersebut berupa Proyek Strategis Nasional Ketahanan Pangan yang akan digerakkan di Kawasan Transmigrasi Dadahup, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.

“Termasuk Implementasi Perpres 50 Tahun 2018 tentang Koordinasi dan Integrasi Penyelenggaraan Transmigrasi perlu lebih ditingkatkan, sebagai alternatif dukungan pembiayaan dalam kegiatan transmigrasi di lokus-lokus prioritas,” katanya.

Sementara, narasumber yang mengisi kegiatan tersebut berasal dari Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian PU/PR, Kementerian Pertanian, dan Penandatanganan Kesepakatan Bersama oleh Kepala Daerah, Perwakilan Akademisi yang tergabung dalam Pertides dan kelompok masyarakat.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.