Bupati Majene Buka Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting

0
141

Mapos, Majene — Sebagai salah satu tahapan pelaksanaan aksi konvergensi penanganan stunting tingkat Kabupaten Majene Tahun 2021, tim gugus tugas 1.000 HPK melakukan upaya penuruanan stunting dengan jalan menggelar rembuk aksi percepatan penurunan stunting di Gedung LPMP, Kamis (15/7/2021).

Acara yang dibuka Bupati Majene Andi Achmad Syukri ini bertemakan “Penguatan Peran Desa / Kelurahan dan Kampanye Perubahan Perilaku sebagai Implementasi Konvergensi Stunting di Kabupaten Majene“.

Ketua Tim Gugus Tugas 1.000 HPK Penurunan Stunting Kabupaten Majene,  Andi Adlina Basharoe mengatakan, ada delapan implementasi aksi integrasi penurunan stunting di tahun 2021.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Dimana untuk tahap ini telah memasuki vase ketiga atau aksi ketiga. Sebelumnya telah di rampungkan aksi pertama yaitu analisis situasi dan aksi kedua rencana aksi program kegiatan,” katanya.

Ia menyebut, program impelementasi 8 aksi integrasi merupakan langkah penting guna memastikan terlaksananya rencana kegiatan yang dilakukan bersama-sama dan berbagai lembaga. “Kita akan melakukan sinkronisasi, sinergitas hasil analisisis kemudian menjadi rancangan kegiatan masing-masing OPD,” ucapnya.

Ia juga berharap, output yang dicapai akan menghasilkan komitmen penurunan stunting serta  realisasi rencana kegiatan intervensi gizi terintegrasi dengan penurunan stunting yang telah disepakati oleh lintas sektor untuk dimuat dalam RKPD Renja di tahun berikutnya.

Dari hasil analisis yang dilakukan terjadi  penurunan presentasi stunting sebesar 5.9 persen disepanjang 2019- 2020.

Sementara, Bupati Majene Andi Achmad Syukri mengatakan, upaya penurunan yang dilakukan masih belum signifikan,, sehingga ia berharap seluruh pihak yang ikut terlibat berupaya dan bekerja keras mengatasi persoalan tersebut.

“Jika tidak, maka akan mempengaruhi kinerja pembangunan yang menyangkut kemiskinan  dan pertumbuhan ekonomi daerah di masa yang akan datang,” ucapnya.

Kendatipun demikian, dia mengapresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, memgingat isu stunting kata Syukri menjadi prioritas utama pemerintah daerah untuk diselesaikan dalam mewujudkan Indonesia Maju melalui penguatan SDM yang unggul.

Ada dua narasumber yang hadir melalui zoom meeting diantranya Prof dr H Abdul Razak Thaha M.Kes dan R Budiono Sihombing ST MP Dirjen Bina Bangda Kemendagri.

Turut hadir Ketua DPRD Majene, pimpinan OPD terkait para Kabag, Camat dan dan Lurah yang menjadi lokus stunting.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.