Bupati Majene Buka Bimtek Srikandi

0
226

Mapos, Majene — Untuk memberikan bekal pengetahuan dalam bentuk teori dan praktik serta mengiplementasikan sistim informasi elektronik yang terintegrasi melalui aplikasi umum SPBE, maka pemerintah menggagas Bimtek Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi atau Srikandi.

Acara yang dilakukan di Ruang Pola Kantor Bupati Majene dan di aula salah satu wisma di Majene, Sulbar, Rabu (18/8/2021) ini akan dilaksanakan secara virtual dan diikuti oleh Kasubag Umum dan Kepegawaian beserta staf, serta peserta Bimtek lainnya.

Menurut Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Majene, acara Bimtek ini terselengara atas kerjasama antara Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Majene dengan Arsip Nasional RI (ANRI) dan PKBM Sekolah Rakjat.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Deputi Pembinaan Kearsipan Nasional (ANRI) Drs. Sumrahyadi, MIMS secara virtual dari Jakarta menyebut, Srikandi adalah salah satu aplikasi yang melibatkan berbagai unsur sampai kesegi keamanan semua menjadi perhatian dalam aplikasi.

“Bagaimana tatakelola pemerintahan yang bersih, efektif dan akuntable yang sejalan dengan visi misi pemerintahan Jokowi dewasa ini. Dan untuk mengimplementasikannya, dibutuhkan SDM yang handal dibidangnya. Jika aplikasi Srikandi berhasil diterapkan di Kabupaten Majene, maka tidak tertutup kemungkinan Majene dapat dijadikan pilot projeck atau percontohan,” katanya.

Bupati Majene, Andi Achmad Syukri sebelum membuka acara mengatakan, tujuan diadakannya Bimtek Srikandi adalah untuk memberikan bekal pengetahuan dalam bentuk teori dan praktik dalam mengiplementasikan sistem informasi elektronik yang terintegrasi.

Dia berharap, semua OPD menggunakan aplikasi Srikandi supaya tatakelola pemerintahan dapat efisien, terpercaya sehingga tercipta pemerintahan yang good governance dan penyelenggaraan pemerintahan yang berbasis elektronik.

Aplikasi Srikandi telah dilincurkan menjadi aplikasi umum bidang kearsipan pada Sistem Pemerintahan Berbasis Electronik (SPBE). Dalam aplikasi Srikandi, setiap informasi berbasis analog dan digital akan dapat terekam dengan baik sehingga nantinya akan menjadi bukti akuntabilitas dan memori kolektif bangsa.

Aplikasi Srikandi merupakan hasil kolaborasi antara Kemenpan RB, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Arsip Nasional RI (ANRI). Aplikasi tersebut bersifat goverment to governent (G2G), sehingga dimanfaatkan oleh instansi pusat maupun daerah.

Dengan melihat hasil nilai evaluasi SPBE Kabupaten Majene masih rendah, maka aplikasi Srikandi harus diterapkan untuk menambah nilai hasil evaluasi SPBE Kabupaten Majene. “Dimohon kerjasama OPD untuk dapat membantu dalam penerepan aplikasi Srikandi,” tegas Andi Achmad Syukri.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.