Bupati Majene : Alhamdulillah, Rapat Pleno Pemberian Rekomendasi Peta RDTR Perkotaan Majene Selesai

  • 22 Jan 2020
  • Nasional
  • R Fajar Soenoe
  • 276
Gambar Bupati Majene : Alhamdulillah, Rapat Pleno Pemberian Rekomendasi Peta RDTR Perkotaan Majene Selesai

Mapos, Jakarta — Bupati Majene Fahmi Massiara bersama tim Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografis yang diketuai Kepala Bapeda Majene Andi Adlina Basharoe melakukan rapat Pleno Pemberian Rekomendasi Peta Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Perkotaan Majene Tahun 2020 di Ruang Rapat Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas Badan Informasi Geospasial, di Jalan Raya Jakarta – Bogor Km. 46 Cibinong, Selasa (21/01/2020).

Direlease oleh Bagian Protokol dan Komunikas Pimpinan Setda. Majene petang tadi, sebelumnya, kegiatan itu telah dikonsultasikan kepada Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas, Badan Informasi Geospasial.

Rombongan Bupati Majene diterima langsung oleh Kepala Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas, Mulyanto Darmawan.

Fahmi Massiara dalam sambutannya mengatakan, kebutuhan akan ruang sebagai wadah kegiatan pembangunan dirasakan semakin meningkat.

“Hal ini disebabkan, makin meningkatnya jumlah dan jenis kegiatan pembangunan yang membutuhkan ruang. Keberadaan kebijakan tentang tata ruang dan peruntukan lahan sebagai arahan perencanaan ruang dapat mencegah terjadinya ketidaksinkronan dalam implementasi pemanfaatan ruang. Mengantisipasi ketidaksinkronan ruang tersebut maka Pemerintah Daerah bersama DPRD Kabupaten Majene telah menetapkan Perda Nomor 12 tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Majene 2012-2032,” kata Fahmi Massiara.

Menindaklanjuti Perda RTRW lanjut Fahmi, maka dalam rangka penataan ruang kota untuk mengantisipasi perkembangan kebutuhan ruang di masa mendatang dan proses penataan terhadap kompleksnya pemanfaatan ruang di kawasan perkotaan, maka upaya penataan ruang kawasan perkotaan menjadi sangat penting sebagai salah satu upaya untuk menciptakan pola ruang yang seimbang, teratur, dan terarah dengan menekankan pada keseimbangan penggunaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup.

“Bertolak dari hal tersebut di atas dan dikaitkan dengan dinamika perkembangan kawasan perkotaan Majene secara khusus, dimana terjadi perkembangan Kota Majene berimplikasi pada meningkatnya permintaan lahan, yang berakibat pula pada perubahan fungsi lahan pertanian potensial menjadi lahan untuk aktivitas perkotaan. Berdasarkan hal tersebut sebagai langkah preventif terhadap kemungkinan terjadinya problematika perkotaan yang lebih sulit untuk ditanggulangi di masa mendatang, maka diperlukan adanya rencana penataan ruang yang bersifat lebih operasional untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pembangunan di kota Majene dalam hal ini dokumen RDTR dan peraturan zonasi kawasan perkotaan Kabupaten Majene,” ucap Fahmi.

Ia menegaskan, perencanaan dan pembangunan tidaklah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, namun keterlibatan atau partisipasi semua pihak sangat mempengaruhi keberhasilan pencapaian indikator pembangunan.

“Partisipasi semua pihak dimulai dari proses perencanaan, evaluasi, dan proses pelaksanaan pembangunan itu sendiri, Bahkan lebih jauh lagi adanya partisipasi dalam memelihara hasil-hasil pembangunan. Untuk itu perencanaan harus telah menjadi milik bersama, harus ada rasa memiliki oleh semua pihak, sehingga keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan dapat terjaga,” katanya.

Tak lupa Ia terima kasih kepada tim supervisi pusat pemetaan tata ruang dan Atlas BIS atas perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Majene.

“Ini sangat bermanfaat dan membantu kami dalam mewujudkan kawasan perkotaan Majene sebagai pusat kegiatan pendidikan Sulawesi Barat, pusat pemerintahan, serta pusat perdagangan dan jasa berskala regional dalam ruang yang aman, nyaman dan produktif dan berkelanjutan,” sebut Fahmi.

Akhirnya, Bupati Fahmi berucapa syukur karena Rekomendasi penggunaan Peta untuk RDTR dari BIG (Badan Informasi Geospasial) sudah selesai.

(***)