Bupati Lukman Sesali CPNS yang Telat Hadir dalam Pengambilan Sumpah

0
499

Mapos, Majene — Bupati Majene Lukman sesali 7 CPNS yang telat hadir dalam prosesi pengambilan sumpah di Halaman Pendopo Rujab Bupati Majene, Senin (8/02/2021).

Akibatnya, pengambilan sumpah dilakukan sebanyak dua kali.

Sebelum menyerahkan SK CPNS Kabupaten Majene formasi 2019 kepada 66 CPNS, Bupati Lukman menyoroti kedisplinan CPNS yang saat acara telah berlangsung masih ada yang terlambat hadir.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Ia mengingatkan para CPNS, agar mampu menjaga kode etik salah satunya kedisplinan. “Hadir tepat waktu dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan tepat waktu pula,” katanya.

Lukman memberi contoh, jika seorang bidan yang tidak tepat waktu memberikan pelayanan, maka bisa saja nyawa pasien yang menjadi taruhannya.

“Negara Jepang tumbuh sangat maju dan besar, karena budaya  disiplinnya. Mendapatkan SK CPNS merupakan kebanggan, suatu impian untuk itu semangatnya harus dijaga,“ tegas Lukman.

Mantan Wakil Ketua DPRD Majene ini juga berharap, agar nawaitu menjadi seorang PNS tidak berubah. “Setelah dinyatakan lulus masih semangat, kemudian saat mendapat SK CPNS justru terlambat satu jam, kemudian saat menjadi PNS termbat hingga berjam-jam. Kita dari awal ingin jadi pengabdi masyarakat untuk itu nawaitu jangan berubah, hari ini kita lanjutkan jangan sampai setelah mendapat SK PNS hadir justru  molor berjam-jam,“ jelasnya.

Setelah acara penyerahan SK CPNS untuk formasi 2019, dilokasi yang sama acara dilanjutkan dengan pengambilan sumpah bagi PNS formasi 2018.

Bupati Majene Lukman yang membacakan sumpah bagi ratusan PNS tersebut harus dilakukan dua kali, karna saat acara dimulai, masih ada yang terlambat hadir dan belum diambil sumpahnya. Lukman, meminta agar ke enam PNS yang terlambat tersebut diambil sumpahnya di akhir acara setelah rangkaian acara lain selesai.

“Hal ini penting, mengingat sumpah jabatan bukan hanya untuk pekerjaan dan dirinya sendiri, namun komitmen kepada Allah Subhana Wataala. Tolong yang terlambat tadi,  yang tidak sempat di ambil sumpahnya kita lakukan sekali lagi,” pinta Lukman.

Ia juga mengatakan PNS harus menjadi panutan, teladan yang baik, menjaga sikap dan perilaku. Hal tersebut menjadi indikator atau tolok ulur tingkat keberhasilan kinerja Pemerintah Kabupaten Majene. “Sumpah dan janji bukan hanya kesanggupan untuk atasan, namun  kesanggupan kepada  Tuhan yang Maha Esa tidak melanggar perudang-undangan yang berlaku,” kata Lukman.

Pengambilan sumpah CPNS ini kata dia bertujuan untuk membina dan menciptakan PNS yang jujur, bersih, berwibawa dan sadar akan tugas sebagai abdi negara.

Lukman juga berpesan bagi PNS  yang telah diambil sumpahnya agar mampu melaksanakan tugas dengan menjaga etika moral, kejujuran, keikhlasan dan memiliki rasa tanggung jawab.

Diketahuu untuk formasi CPNS tahun 2018 telah melaksanakan proses prajabatan sebanyak 125 orang dan tersebar di berbagai instansi di Majene.

(*)

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.