Bupati Fahmi Kerap Rapat Kecil Bahas Penanganan Covid-19

  • 29 Mei 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 364
Gambar Bupati Fahmi Kerap Rapat Kecil Bahas Penanganan Covid-19

Mapos, Majene — Tidak mudah melahirkan kebijakan-kebijakan strategis dalam mengambil langkah konkret dalam penanganan Covid-19.

“Sebelum membuat kebijakan dalam penanganan Covid-19 di Majene, saya kerap melakukan rapat kecil dengan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Nanti setelah ada langkah yang agak tepat, kemudian kita lempar ke forum lebih besar dengan melibatkan Forkopimda dan teknis lainnya,” ungkap Fahmi Massiara belum lama ini.

Dikatakan untuk menekan meluasnya wabah corona virus, perlu ada langkah strategis yang perlu dan harus dilakukan pemerintah supaya semua berjalan sesuai harapan.

Intervensi dalam rapat kecil misalnya, Fahmi Massiara kerap melakukannya terutama ketika menyikapi instruksi dari pusat melalui Kemendagri, Kementerian Keuangan dan kementerian teknis lainnya.

“Salah satunya yaitu tentang langkah tepat yang harus diambil daerah dalam merefocusing anggaran. Ini berat mengingat cukup banyak kebutuhan daerah yang harus dipangkas demi penanganan Covid-19. Kita selalu kooperatif supaya Pemerintah Pusat menilai daerah kita benar-benar patuh,” jelas Fahmi Massiara.

Lebih jauh kata dia, ada 3 hal pokok yang harus dilakukan dalam refocusing anggaran tersebut yaitu pembiayaan Covid-19 itu sendiri kemudian penanganan dampak ekonomi dan penanganan jaring pengaman sosial (JPS) seperti BLT dan sebagainya.

Bahkan, realokasi untuk tahap IV Kabupaten Majene telah merealisasi belanja di bidang kesehatan dan hal-hal lain terkait kesehatan dalam rangka pencegahan dan atau penanganan Covid-19 mencapai Rp11,395 miliar, penyediaan jaring pengaman sosial Rp18,878 miliar dan penanganan dampak ekonomi Rp1,185 miliar, sehingga total biaya mencapai Rp31,459 miliar.

“Saya belum dengar apakah daerah lain sudah melakukan langkah-langkah seperti yang Majene lakukan,” katanya.

Contoh lain yang kerap diambil dalam rapat kecil yaitu kebijakan Pembatasan Pergerakan Orang pada 23 hingga 26 Mei 2020 lalu yang bertepatan hari raya Idhul Fitri 1441 H.

“Itu juga adalah satu langkah tepat memutus rantai peyebaran Covid-19. Saya lakukan, karena saya sayang masyarakat Majene supaya tidak terjangkit virus corona. Terungkap data, bahwa selama empat hari pembatasan tidak ada indikasi penambahan kasus. Itu artinya, kebijakan tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan untuk dilakukan,” kata Fahmi.

Namun, lanjutnya semua kembali kepada kesadaran masyarakat dalam mematuhi kebijakan yang dikeluarkan.

Disinggung soal apakah Pembatasan Pergerakan Orang bisa diterapkan kedepan, Fahmi mengatakan pemerintah masih akan melakukan kajian.

“Kalau hanya kita (Kabupaten Majene) yang melakukan agak susah juga. Sebaiknya, kabupaten zona merah bisa menerapkan kebijakan ini supaya dapat menekan warganya yang terpapar Covid-19 agar tidak carrier kepada warga lain di zona hijau,” sebut Ketua MPC Pemuda Pancasila Majene ini.

Dia berharap, dalam masa new normal yang akan dilakukan pemerintah nantinya, masyarakat sudah harus bisa membentengi diri dengan membudayakan pola hidup bersih dan sehat.

“Harus memperhatikan penerapan protokol normal baru. Kita sudah harus terbiasa dengan keadaan seperti saat ini. Roda kehidupan harus tetap berputar sehingga mau tidak mau atau suka tidak suka, kita sudah harus menjalankan aktifitas seperti biasanya. Kehidupan normal baru dengan tetap menjaga jarak, gunakan masker kalau keluar rumah dan rajin cuci tangan pakai sabun di air mengalir,” tutup bupati yang dikenal sukses mengusung MP3 nya.

(*)