Buntut Pemukulan Kader Ipmapus, Akhyar: Jangan Lagi Berhubungan dengan Intel

  • 22 Okt 2018
  • Mamuju
  • Sudirman Al Bukhori
  • 37
Gambar Buntut Pemukulan Kader Ipmapus, Akhyar: Jangan Lagi Berhubungan dengan Intel foto/istimewa.

Mapos, Mamuju – Ikatan Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (Ipmapus) Sulawesi Barat menyerukan agar semua kadernya tidak lagi berhubungan dengan intel, baik dari kepolisian, Satpol PP dan Kesbangpol.

Pernyataan itu disampaikan Akhyar usai menggelar aksi di depan Kantor Diknas Sulbar yang berakhir dengan kericuan.

“Saya sampaikan kepada semua kader Ipmapus untuk tidak lagi berhubungan dengan intel. Kalau ada intel datang ke sekret usir saja. Mereka tidak cocok diajak bersama,” ujarnya. Senin (22/10/2018).

Pernyataan Akhyar itu keluar, saat seorang kader Ipmapus dipukuli oleh oknum polisi dan sejumlah kadernya diamankan pasca aksi.

“Video bukti pemukulan kader Ipmapus ada sama saya. Masih ada cara lain untuk menuntut pemukulan itu,” kata Akhyar.

Dengan lantang Akhyar menegaskan, akan melanjutkan proses hukum terhadap aksi pemukulan kader Ipmapus.

“Kalau Polisi tidak mau memproses, kita akan laporkan ke Komnas HAM. Sungguh tega, memukul anak dibawa umur yang masih berusia 16 tahun,” cetusnya.

Memegang dagunya, Afdhal (16), kader Ipmapus yang terkena pukulan.

Sebelumnya, aksi yang digelar di kantor Dinas Pendidikan Sulbar berakhir ricuh. Mahasiswa kecewa lantaran Kepala Diknas enggan menemui mereka. Hingga akhirnya mahasiswa menerobos barisan keamanan yang dijaga oleh Polisi dan Satpol PP dan mendatangi ruangan kepala dinas hingga terjadi kericuan.

(toni)