Buntut Insiden di Polman, 13 Anggota Brimob Akan Dapat Sanksi Tegas

Gambar Buntut Insiden di Polman, 13 Anggota Brimob Akan Dapat Sanksi Tegas

Mapos, Mamuju – Karo Ops Polda Sulbar Kombes Pol Moch. Noor Subchan, menyebutkan, sebanyak 13 orang personel Brimob akan mendapatkan sanksi atas perbuatan yang telah mereka lakukan di obyek wisata Salu’ Pajaang Kabupaten Polewali Mandar beberapa hari lalu.

Karo Ops Polda Sulbar Kombes Pol Moch. Noor Subchan (depan) dan Kabid Propam Polda Sulbar Kombes Pol Muh. Rifai Arvan,

“Semalam anggota Brimob yang bermasalah di Polman sudah kami periksa. Dan kesimpulannya, 13 diantaranya akandimasukkan ketempat Khusus,” Moch. Noor di Mapolda, Rabu (22/01/2020).

Ke-13 anggota Brimob yang dinyatakan melangggar disiplin dan kode etik, lanjutnya, akan mendapatkan hukuman beragam. Bahkan hukuman terberatnya bisa sampai pemecatan jika memang terbukti.

“Satu perwira dan dua belas anggotanya bisa saja dijerat dengan undang-undang nomot 2 tahun 2003 tentang Disiplin Anggota Polri. Yaitu melakukan hal yang dapat menurunkan kehormatan, martabat negara, pemerintah atau Polri. Namun itu masih sementara, karena masih dalam pemeriksaan lanjutan,” ungkapnya.

Kabid Propam Polda Sulbar Kombes Pol Muh. Rifai Arvan, mengatakan, perkembangan proses pemeriksaan selanjutnya adalah mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP) kericuhan. Dan memeriksa warga sipil yang menjadi korban maupun saksi peristiwa tersebut.

“Saat ini tim Propam sudah bergerak ke Polman,” katanya.

Terkait insident penembakan ke udara, lanjutnya, dari hasil pemeriksaan para terperiksa melakukan penembakan atas perintah Danki. Dengan alasan, untuk memecah konsentrasi massa yang mulai anarkis serta menghalangi proses evakuasi Danki setelah dikeroyok oleh beberapa warga.

“Jadi mutlak bertujuan untuk hal tersebut. Adapun akhirnya, jika sebagian masyarakat merasa menjadi ketakutan akibat bunyi suara tembakan tersebut, tidak dapat dihindari,” katanya.

Proses pemeriksaan di Propam Polda Sulbar

Melalui WhatsApp massanger, mantan Kapolres Mamuju ini kemudian merinci pelanggaran internal yang di lakukan oleh 13 personil tersebut.

1. Seorang personil inisial O melakukan penganiayaan dan berkata keras kepada masyarakat yang akibatkan timbulnya permasalahan awal. Hingga akhirnya yang bersangkutan dikeroyok oleh masyarakat sekitar. O pun sekaligus sebagai pemberi perintah menembak.

2. 12 personel melakukan penembakan sehimgga membuat panik dan ketakutan warga sekitar.

Terkait kasus insiden ini baca https://mamujupos.com/ini-kronologi-pengeroyokan-terhadap-danki-brimob-di-polman

(*)

Baca Juga