Buku Statistik Sektoral Sebagai Dasar Perumusan Rencana Pembangunan

Gambar Buku Statistik Sektoral Sebagai Dasar Perumusan Rencana Pembangunan

Mapos, Mamuju – Pemprov Sulbar melalui Dinas Kominfo Persandian dan Statistik menggelar rapat koordinasi (rakor) penyusunan buku data statistik sektoral Sulbar 2020, Kamis 24 September 2020.

Belangsung di ruang Auditorium lantai 4 Kantor Gubernur Sulbar, rakor tersebut dibuka oleh Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, didampingi Asisten Bidang Pemerintahan Setda Sulbar, M. Natsir dan Kepala Dinas Kominfo Persandian dan Statistik Sulbar, Safaruddin Sanusi, DM.

Rakor dilaksanakan sebagai kelanjutan dari kegiatan pengumpulan dan pengelolaan data statistik sektoral lingkup Pemprov Sulbar 2020.

Dalam sambutannya, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, mengatakan, publikasi buku statistik sektoral 2020 yang akan menyajikan informasi lintas sektor, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan informasi statistik atau data yang akurat, sebagai dasar dalam melakukan perumusan rencana pembangunan dan arah kebijakan.

“Melalui data-data statistik yang tersaji, buku ini akan memberikan gambaran representatif mengenai kemajuan pembangunan dan perkembangan lain yang terjadi di Sulbar, serta dapat pula dijadikan sebagai rujukan untuk mengetahui kecenderungan/trend pada masa yang akan datang bagi para pemangku kepentingan. Kami harap data-data ini dapat dipergunakan sebagai perencanaan, monitoring serta evaluasi kebijakan,”ucap Idris.

Selain itu, juga diharapkan data pada buku statistik sektoral dapat pula dimanfaatkan bagi institusi pendidikan, swasta atau masyarakat umum sebagai rujukan informasi.

“Semoga penerbitan publikasi statistik sektoral Sulbar 2020 dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi setiap pihak,”harap Idris.

Olehnya itu, Idris menekankan, data yang dihasilkan oleh produsen dalam hal itu OPD haruslah memenuhi standar data yang telah ditetapkan dan dapat dibagipakaikan dengan format yang mudah dibaca.

“Diharapkan masing-masing kepala OPD mengawasi dan mengontrol langsung setiap kegiatan yang berhubungan dengan pemenuhan data,”imbau Idris.

Ia menambahkan, salah satu dari lima pilar pembangunan Sulbar sebagai langkah strategis gubernur dalam mewujudkan daerah yang berdaya saing dan sejajar dengan wilayah lainnya, adalah memujudkan pemerintahan yang bersih, modern dan terpercaya.

“Sehubungan hal itu, maka tidak ada kata lain selain data statistik sektoral harus bisa dibenahi secara bersama,”pungkasnya.

Kepala Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Sulbar, Safaruddin Sanusi, DM, mengatakan, data yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut akan menjadi salah satu data sektoral, yang akan dimasukkan ke dalam website Pemprov Sulbar dan Dinas Kominfo Sulbar, selain untuk dibukukan.

“Data ini tidak hanya dibuat dalam bentuk buku, tapi data-data dari semua OPD yang dihasilkan hari ini itulah isi semua konten yang ada di OPD yang dimuat dalam website,”ujar Safaruddin.

Safaruddin menyampaikan, progres pengumpulan data pertanggal 23 September 2020 pukul 12.00 Wita, dari 41 OPD yang menjadi target capaian dalam penyusunan buka data statistik sektoral 2020, sebanyak 38 OPD yang telah mengkonfirmasi data dengan status valid dan masih terdapat tiga OPD yang belum mengkonfirmasi data.

“Kami harap hal ini betul-betul menjadi perhatian khusus, jadi OPD yang belum memasukkan datanya segera melengkapi dan kami berikan kesempatan sampai 30 September 2020. Setelah itu kami akan cetak dan ditampilkan ke dalam website Pemprov. Hal ini juga menjadi salah satu penilaian untuk terbentuknya PPID,”bebernya.

(mhy)

Baca Juga