BREAKING NEWS: 536 Eksemplar Tabloid Indonesia Barokah Sasar Mamuju

Gambar BREAKING NEWS: 536 Eksemplar Tabloid Indonesia Barokah Sasar Mamuju

Mapos, Mamuju – Tabloid ‘Indonesia Barokah’ kini menyasar Sulawesi Barat, tepatnya di Kabupaten Mamuju.

Tabloid ‘Indonesia Barokah’ ditemukan berada di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) PT Pos Indonesia, jalan Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kabupaten Mamuju, Sulbar.

Sebanyak 536 eksemplar tabloid ‘Indonesia Barokah’ dikirim lewat PT Pos Indonesia Cabang Mamuju.

Awalnya, mamujupos.com mendapatkan adanya informasi soal ditemukannya tabloid ‘Indonesia Barokah’ di Mamuju, bahwa pengiriman tabloid Indonesia Barokah’ tiba di kantor pos Mamuju pada Senin 18 Februari 2019.

Mendapati informasi itu, media ini mencoba menghubungi pihak Kepolisian dalam hal ini, Kasat Reskrim Polres Metro Mamuju, AKP Syamsuriansa.

Saat dikonfirmasi, Syamsuriansa membenarkan adanya pengiriman Tabloid Indonesia Barokah di Kantor PT Pos Indonesia Cabang Mamuju.

“Ia benar, ada yang mengirim Tabloid Indonesia Barokah ke PT. Kantor Pos Cabang Mamuju. Jumat (22/2/2019).

Syamsuriansa mengatakan, pihaknya melarang peredaran pengiriman dengan alamat tujuan sesuai perintah dari Mabes Polri.

“Kita larang peredaraannya. Ini sesuai perintah dari Mabes Polri,” sebutnya.

Sebelumnya, Dewan Pers menyatakan tabloid Indonesia Barokah, yang isinya dianggap memojokkan kubu capres dan cawapres Prabowo-Sandiaga, bukanlah produk jurnalistik, sehingga penyelidikan selanjutnya diserahkan kepada polisi.

Hasil penyelidikan Dewan Pers menyebutkan isi tabloid tersebut memuat opini tanpa melakukan verifikasi, klarifikasi, maupun konfirmasi kepada pihak terkait.

“Pertama kita lihat dari konten, jadi kontennya dia lebih banyak menulis ulang dari media-media yang ada, di media lain,” kata Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo, Selasa (29/01/2019), seperti dikutip dari BBC News Indonesia.

“Padahal, wartawan harusnya melakukan konfirmasi, klarifikasi, verifikasi kalau ada isu-isu, itu tidak ada sama sekali,” tambahnya.

Kedua, lanjutnya, di beberapa tulisan memang ada tone negative campaign , cenderung menghakimi dan seterusnya.

Selain itu, alamat redaksi Indonesia Barokah, yang tertulis di jalan Haji Kerenkemi, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, adalah fiktif.

Yosep menambahkan nama-nama struktur redaksi tidak dapat dipastikan kebenarannya.

“Kita sudah mengecek nama-nama redaksi, kita tidak menemukan satu nama pun yang ada di log book Dewan Pers sebagai wartawan yang pernah mengikuti ujian kompetensi. Di dalam syarat perusahaan pers untuk verifikasi kan minimal pemred-nya yang punya kompetensi utama,” ujarnya.

“Oleh karena itu kami menyimpulkan ini bukan produk jurnalistik, ini lebih mirip tulisan atau selebaran gelap karena nggak tau siapa penulisnya,” tutupnya.

(usman)

Baca Juga