Mapos, Mamuju – Melalui penguatan mitigasi karhutla dan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan, BPBD Sulbar berkomitmen menjalankan arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana untuk membangun budaya sadar bencana di seluruh wilayah Sulawesi Barat.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Arnidah, saat mengikuti wawancara di RRI Mamuju, Selasa (29/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Arnidah membahas langkah-langkah mitigasi karhutla sekaligus kesiapan BPBD Sulbar dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca dan memasuki musim hujan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya BPBD Sulbar dalam menyampaikan informasi kebencanaan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
Kalaksa BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, mengatakan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara terpadu, mulai dari tahap pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan pada saat terjadi bencana.
“Mitigasi harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat tidak hanya diharapkan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga memahami langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana sejak dini,” ujar Yasir Fattah.
Terkait karhutla, BPBD Sulbar terus mendorong peningkatan kewaspadaan masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran lahan akibat kondisi kering. Edukasi mengenai larangan dan bahaya pembakaran lahan secara sembarangan juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
Sementara itu, memasuki musim hujan, BPBD Sulbar mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, serta dampak cuaca ekstrem lainnya.
Yasir Fattah menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi musim hujan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, angin kencang maupun bencana lainnya. Segera informasikan kepada pemerintah atau BPBD apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana,” tutup Yasir Fattah.
(*)






