BNNP Sulbar Gagalkan Penyelundupan 550 Gram Sabu dari Malaysia. Pelaku Diancam Hukuman Mati

Gambar BNNP Sulbar Gagalkan Penyelundupan 550 Gram Sabu dari Malaysia. Pelaku Diancam Hukuman Mati

Mapos, Mamuju – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulbar berhasil menggagalkan penyelundupan Sabu seberat 550 gram dari Malaysia. Petugas pun meringkus 2 orang kurir.

EM (26) dengan AN (42) diciduk di jalur poros perbatasan Pinrang – Polman Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar, Senin (16/12/2019).

Kepala BNNP Sulbar, Brigjen Pol. Kenedy dihadapan sejumlah wartawan, mengatakan penangkapan kedua kurir narkoba ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang diterima oleh BNN Kabupaten Polman. Keduanya telibat menyelundupkan narkotika jenis sabu dari Malaysia masuk ke Indonesia melalui jalur laut.

”Berdasarkan pengakuan dari kedua pelaku, sabu ini berasal dari Malaysia yang berhasil diselundupkan masuk ke Indonesia melalui jalur laut,“ kata Kenedy, Selasa (17/12/2019).

Kenedy pun memaparkan kronologisnya. Berdasarkan informasi yang diterima bahwa menjelang perayaan malam tahun baru, akan ada narkotika jenis Sabu masuk di Sulbar dengan jumlah yang banyak melalui pelabuhan Pare-Pare Provinsi Sulawesi Selatan. Sabu itu akan dibawa ke Sulawesi Barat, melalui jalur laut.

Dua kurir yang diancam hukuman mati

BNNP dan BNNK pun mendalami informasi tersebut. Bidang pemberantasan dan langsung melakukan pemeriksaan sebuah kendaraan roda empat Toyota Calya dengan nomor polisi DP 1078 RA, yang melaju dari arah Sulsel.

Pemeriksaan dilakukan oleh BNNP dan BNNK yang diback-up oleh anggota Polsek Binuang. Sebuah box cool warna orange putih ditemukan dalam mobil. Saat box itu dibuka, petugas menemukan gula pasir, susu dan kopi.

Usaha polisi tidak habis disitu. Ketelitian petugas membuahkan hasil. Rupanya casing box bagian luar bawah menjadi tempat penyimpanan sabu yang sudah dipaket menjadi 11 paketan dengan berat total 550 gram.

”Saat kami geledah mobilnya ditemukan satu box cool berisi gula, susu, kopi dan makanan lainnya. Namun saat digeledah bagian sisi luar, rupanya bagian bawah box ditemukan narkotika tersusun rapi berjumlah 11 paket,“ ungkap Kenedy.

Atas kasus ini, kedua pelaku diancam pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 (2) undang-undang nomor 35 tahun 2019 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati.

”Kedunya diancam hukuman mati,” tegas Kenedy.

Selain menyita sabu mobil, polisi juga menyita satu 1 unit hanphone merek vivo v9warna merah, 1 unit handphone merel Ola, 1 unit handphone merek Aldo dan Dua dompet.

(*)

Baca Juga