Berikut Hasil Rapat Sinkronisasi Data Pemberian BLT

  • 22 Mei 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 354
Gambar Berikut Hasil Rapat Sinkronisasi Data Pemberian BLT

Mapos, Majene — Menindaklanjuti surat BPKP Sulawesi Barat terkait sinkronisasi data penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST), Pemerintah Kabupaten Majene melaluli Tim Gugus Tugas Covid-19 Majene menggelar rapat di Ruang Rapat Wakil Bupati Majene, Jum’at (22/05/2020).

Direlease Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Majene, rapat ini bertujuan untuk menyinkronkan data dari Dinsos Kabupaten Majene dan Pemerintah Pusat.

Selain itu, juga turut dibahas evaluasi penyaluran BLT tahap pertama, baik APBD dan APBDes yang sudah berjalan sejak 12 Mei 2020 lalu.

Dalam rapat itu Bupati Majene Fahmi Massiara menjelaskan, penyaluran BLT untuk APB Desa dan APBD Majene perlu ditelaah, sekaitan dengan ketimpangan antara penerima BLT yang bersumber dari dana APBD kabupaten dan desa maupun pusat.

Ia menghimbau kepada tim agar penyaluran tahap kedua harus dipermantap sebelum dijadwal.

“Data harus disinkronkan, baik dari pusat, kecamatan, Disdukcapil dan Dinsos,” tegas Fahmi.

Ia mengambil contoh permasalahan pada tingkat desa yang diketahui adanya penerima ganda. Terlebih lagi data pemerintah pusat yang tidak diketahui di tingkat pemerintah desa.

“Perlu sekarang, kita tanyakan jaminan kepada kepala desa, bahwa penerima BLTmemang wajar diberikan atau tidak,” ungkapnya.

Senada dengan Fahmi, Wakil Bupati Majene, Lukman
yang turut hadir mengatakan, semua pihak harus terkoneksi, terutama untuk tiga bulan kedepan, yang akan menjadi dasar perencanaan pemberian BLT lanjutan.

Sementara itu, diketahui penyaluran BLT tahap pertama telah digelontorkan Rp3 milyar dari Rp5 milyar yang disiapkan.

Kepala BKAD Majene, Kasman Kabil menyebutkan, banyaknya data ganda dan calon penerima yang tidak memenuhi syarat sehingga penyaluran BLT tidak memenuhi kuota.

“Kalau mengacu pada penyaluran tahap satu, hanya kisaran Rp3 milyar, maka total rata-rata yang dibayarkan selama tiga bulan hanya Rp9 milyar dari Rp18 milyar yang disiapkan untuk tiga bulan” sebutnya.

Kesempatan sama, Kadisdukcapil Majene, Asri Albar mengungkapkan, permohonan penerbitan Kartu Keluarga sebagai syarat penerimaan BLT telah dilakukan dengan maksimal.

“Tidak ada toleransi jika memang tidak memenuhi syarat,” tegasnya.

Kadis Sosial Majene, Muh Jafar juga membeberkan data penyaluran bansos BLT bulan Mei 2020.

“Dari jumlah KKM berdasarkan SK Bupati sebanyak 8.179, namun yang tersalur 6.345 atau yang belum tersalur sebanyak 1.821. Belum tersalurkannya secara 100 persen, karena ada yang tidak hadir sebanyak 668 KKM data ganda 851 dan data KKM yang tidak sesuai berjumlah 42.

Rapat tersebut juga menyimpulkan agar paling lambat tanggal 26 Mei 2020, data penerima BLT tahap dua harus masuk ke Dinsos melalui camat masing-masing dibantu Dinas sosial, Disdukcapil dan Bagian Anggaran.

Turut hadir Kepala PMD Majene, Camat Banggae, Banggae Timur dan Sendana. Juga Kepala BPBD dan Jubir Tim.Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Majene.

(*)